Dugaan Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Kumpulkan Bukti, Kejari Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Terkait pemeriksaan dugaan korupsi Dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Bengkulu Selatan tahun 2019 dan 2020

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Kajari Bengkulu Selatan, Hendri Hanafi saat diwawancarai TribunBengkulu.com terkait kasus dugaan korupsi Baznas Bengkulu Selatan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan setidaknya telah memeriksa 6 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi Dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Bengkulu Selatan tahun anggaran 2019 dan 2020.

Terkait pemeriksaan dugaan korupsi Dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2019 dan 2020.

Bahkan, Tim Kejari Bengkulu Selatan saat ini sedang mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk segera menetapkan tersangka pada kasus tersebut.

Baca juga: Kejari Bengkulu Selatan Naikan Status Dugaan Korupsi Baznas ke Penyidikan

"Saksi sudah kita periksa, saat ini tim masih bekerja. Saksi yang diperiksa tersebut, mulai dari tim perencanaan Baznas, Penerima serta Mantan Ketua dan Bendahara Baznas Bengkulu Selatan," kata Kajari Bengkulu Selatan, Hendri Hanafi, kepada TribunBengkulu.com, Selasa (16/8/2022).

Menurutnya, untuk menetapkan tersangka, pihaknya mengumpulkan alat bukti terlebih dahulu, agar proses penyelidikan dan pemeriksaan dugaan korupsi dana ZIS tersebut tidak terganggu.

Bahkan, Kejari Bengkulu Selatan turut melibatkan Pemerintah Desa.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Tak Sesuai Ketetapan Terbaru Rp 1.765 per Kilogram

Dimana Pemerintah Desa bertugas mendata para penerima bantuan yang ada di setiap Desa.

"Jika data tersebut sudah didapat, diharapkan seluruh Desa segera menyerahkan ke Kejaksaan," ujarnya.

Berdasarkan temuan banyak bantuan yang disalurkan tersebut fiktif.

Baca juga: Plat Putih Sudah Berlaku untuk Kendaraan di Bengkulu, Ini yang Dapat Pakai Duluan

Hal tersebut ditemukan tim saat mengecek langsung ke lokasi penerima bantuan salah satunya yang berada di Kecamatan Air Nipis.

"Saat ditemui, penerima bantuan yang diperuntukan mendapatkan korsi roda tersebut nihil atau tidak ada," jelasnya.

Namun, dengan besar hati kejari membawah korsi roda yang dibeli menggunakan uang pribadi dan diberikan kepada penerima sesuai data dari baznas tersebut.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved