Dugaan Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Kejari Periksa 20 Saksi Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan, Temuan Bantuan Banyak Fiktif

Tercatat temuan dilapangan bantuan yang diberikan yang bersumber dari dana ZIS tersebut banyak fiktif.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Kajari Bengkulu Selatan, Hendri Hanafi saat diwawancarai TribunBengkulu.com terkait kasus dugaan korupsi Baznas Bengkulu Selatan, usai menghadiri Upacara HUT ke 77 RI, pada Rabu (17/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sudah 20 orang saksi diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan, terkait kasus dugaan korupsi Dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Bengkulu Selatan tahun anggaran 2019 dan 2020.

Tercatat dari temuan tim dilapangan, bantuan yang diberikan bersumber dari dana ZIS tersebut banyak fiktif.

Bahkan, Tim Kejari Bengkulu Selatan saat ini masih mengumpulkan sejumlah alat bukti agar segera menetapkan tersangka.

Baca juga: Kumpulkan Bukti, Kejari Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Salah satu alat bukti yang dikumpulkan berupa bukti penyerahan atau surat kepada penerima serta kuitansi.

"Kalau jumlah keseluruhan sudah 20 orang lebih saksi yang diperiksa mulai dari tim perencanan di Baznas dan para penerima bantuan," kata Hendri kepada TribunBengkulu.com, Rabu (17/8/2022).

Menurutnya, untuk menetapkan tersangka, pihaknya mengumpulkan alat bukti terlebih dahulu, agar proses penyelidikan dan pemeriksaan dugaan korupsi dana ZIS tersebut tidak terganggu.

Bahkan, Kejari Bengkulu Selatan turut melibatkan Pemerintah Desa.

Baca juga: Kejari Bengkulu Selatan Naikan Status Dugaan Korupsi Baznas ke Penyidikan

Dimana Pemerintah Desa bertugas mendata para penerima bantuan yang ada di setiap Desa.

"Jika data tersebut sudah didapatkan, diharapkan seluruh Desa segera menyerahkan ke Kejaksaan," ujar Kajari.

Ditemukan tim saat mengecek langsung ke lokasi penerima bantuan salah satunya yang berada di Kecamatan Air Nipis.

Baca juga: Pabrik Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Tutup, Harga TBS Sawit Tertinggi Rp 1.380 Perkilo

"Saat ditemui, penerima bantuan yang diperuntukan mendapatkan korsi roda tersebut nihil atau tidak ada," jelasnya.

Namun, dengan besar hati kejari membawah korsi roda yang dibeli menggunakan uang pribadi dan diberikan kepada penerima sesuai data dari baznas tersebut.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved