Darurat Sampah di Kota Bengkulu

Persoalan Sampah di Kota Bengkulu Masih Jadi PR Besar Pemerintah, Volume Sampah 400 Ton Perhari

Kepala DLH Kota Bengkulu Riduan menjelaskan, dengan jumlah volume sampah ini perlu dibarengi dengan keinginan seluruh warga Kota Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Salah satu kontainer sampah di Kota Bengkulu. Setiap harinya volume sampah se-Kota ini mencapai sekitar 400 ton sampah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Persoalan sampah masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) di Kota Bengkulu.

Bahkan, disetiap harinya volume sampah se-Kota ini mencapai sekitar 400 ton sampah.

Kepala DLH Kota Bengkulu Riduan menjelaskan, dengan jumlah volume sampah ini perlu dibarengi dengan keinginan seluruh warga Kota Bengkulu, untuk lebih bijak dalam pengelolaan sampah.

Terlebih, masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga: Berkas Penusukan di Diskotik Cassablanca Lengkap, Polda Bengkulu Segera Limpahkan Tersangka ke Jaksa

"Permasalahannya di kita, masyarakat ingin lingkungan nya bersih. Cuma lokasi untuk menempatkan kontainer itu yang jadi bermasalah, jadi mereka menolak t, " kata Riduan kepada TribunBengkulu.com, Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, hal inilah yang menjadi kendala, untuk mewujudkan Kota Bengkulu bebas sampah.

Juga dengan kesadaran dari masing-masing individu, untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga: Ibu-ibu di Bengkulu Selatan Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal, Kembali Berulah Bohongi Penyidik

"Dia meminta kontainer tapi dia tidak memberikan alternatif ke kita lokasinya. Sedangkan lokasi milik pemda Kota itu kita tidak ada. Sedangkan milik pemda kota saja, mereka kadang-kadang masih protes, misalnya di stadion itu, di kelurahan sawah lebar baru, " jelasnya.

Apabila nanti, pihaknya mendapatkan alokasi kontainer sampah yang baru, maka dirinya meminta agar selalu warga Kota Bengkulu, harus menjaga kebersihan lingkungan.

Disamping, mulai memisahkan jenis sampah, agar dapat direcycle.

Baca juga: Update Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di Kota Bengkulu: Berkurang 152 Pemilih 

"Ini yang masih jadi permasalahan kami, disamping itu masyarakat kurang sadar, buang sampah tidak pada tempatnya. Dimana ada tanah kosong itu dibuang, " sesalnya.

Maka otomatis, pihaknya membutuhkan waktu yang lebih lama, untuk mengakut sampah yang berserakan tersebut.

"Harusnya ketika ada kontainer kita tarik saja pakai ambrol. Lalu kita angkut, yang seharusnya bisa dua tiga kali trip angkut mobil itu hanya sekali," jelasnya.

Saat ini pihak juga telah mengusulkan penambahan kontainer sampah, pada anggaran 2023 mendatang.

Baca juga: Bank Indonesia Luncurkan 7 Pecahan Uang Baru Tahun Emisi 2022, Apa Saja?

Hal ini dilatarbelakangi kondisi kontainer sampah saat ini cukup memprihatinkan, banyak yang termakan usia dan korosi.

"Kita tetap usulkan, karena kontener itu sifatnya kena erosi, korosi, banyak yang sudah lapuk dan berkarat. Tentu kita, selalu usulkan untuk penambahan penambahan nya," jelasnya.

Pihaknya, saat ini masih menunggu berdasarkan hasil pembahasan Banggar DPRD Kota Bengkulu.

"Tahun depan kita usulkan sekitar 10 unit kontainer. Apalagi, umur kontainer tidak lama, paling bisa dia bertahan satu kontainer itu dua sampai tiga tahun, " tutup Riduan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved