Sidang Suami Bunuh Istri di Kepahiang

Sidang Kasus Suami Bunuh Istri di Kepahiang, Jaksa Sebut Terdakwa Lakukan Pembunuhan Berencana

Eko merupakan terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap istri sirihnya Rita Sriyanti (32) beberapa waktu lalu di rumah korban di Kepahiang.

Panji/TribunBengkulu.com
Eko Supardi (35), terdakwa kasus suami bunuh istri di Desa Lubuk Penyamun, Kabupaten Kepahiang saat mengikuti sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Kepahiang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Dalam sidang kasus suami bunuh istri di Kabupaten Kepahiang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang, membacakan tuntutan terhadap terdakwa Eko Supardi (35), Kamis (18/8/2022) .

Eko merupakan terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap istri sirihnya Rita Sriyanti (32) beberapa waktu lalu di rumah korban di Desa Lubuk Penyamun, Kepahiang.

"Dari hasil selama persidangan serta saksi yang kami hadirkan saat persidangan, kami berkeyakinan terdakwa melakukan pembunuhan berencana," ucap Kasi Pidum Kejari Kepahiang, Abdul Kahar saat dihubungi Tribunbengkulu.com, pada Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Tuntutan Terdakwa Kasus Suami Bunuh Istri di Kepahiang Dibacakan Hari Ini

Dalam tuntutan jaksa yang dibacakan didepan majelis hakim, Jaksa berkeyakinan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana, serta menjatuhkan hukuman penjara selama 17 tahun dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan.

"Barang bukti dalam berkas perkara dirampas untuk dimusnahkan," tutupnya.

Sebelumnya, Eko Supardi mengikuti persidangan secara online di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, dalam televisi yang memperlihatkan dirinya.

Dirinya tampak sehat, dengan rompi orange dan potongan rambut gundul menggunakan masker.

Dimulai dengan hakim mengetokkan palu sidang, sidang yang terbuka untuk umum, Hakim membacakan identitas terdakwa.

Baca juga: Update Kasus Suami Bunuh Istri di Kepahiang, Hari Ini Hakim Agendakan Pemeriksaan Terdakwa

"Dalam persidangan kali ini kamu maju sendiri atau didampingi penasehat hukum, atau kamu memiliki penasehat hukum sendiri," kata Ketua Mejelis Hakim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved