BBM Subsidi Langka, Baru 4 Jam Buka SPBU di Bengkulu Selatan Sudah Tutup Lagi

Kini muncul permasalahan baru di Bengkulu Selatan yakni terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. BBM sulit didapat di SPBU.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Kondisi antrean BBM di SPBU Tanjung Raman Bengkulu Selatan yang masih mengular, Jumat (19/8/2022). Saat ini warga Bengkulu Selatan kesulitan untuk mendapatkan BBM di SPBU yang kerap kehabisan stok BBM. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Belum lagi selesai persoalan harga TBS sawit yang tak kunjung naik, kini muncul permasalahan baru di Bengkulu Selatan yakni terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. BBM langka karena sulit didapat di SPBU.

Masyarakat Bengkulu Selatan yang ingin mendapatkan BBM subsidi harus mulai antre sejak sore ketika SPBU sudah tutup atau dini hari. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan BBM yang kerap habis dalam waktu singkat di SPBU.

Bahkan ada SPBU di Bengkulu Selatan yang baru buka sekitar 4 jam langsung tutup karena kehabisan stok BBM.

Padahal menurut Manajer SPBU Tanjung Raman Radius tidak ada pengurangan kuota BBM oleh pihak Pertamina.

"Kalau kuota tetap atau tidak berubah. Masih seperti yang kemarin di mana per hari Pertalite sebanyak 24 ton dan solar bersubsidi sebanyak 8 ton," kata Radius kepada TribunBengkulu.com, Jumat (19/8/2022).

Hal sama diungkapkan Pengawas SPBU Kota Medan, Agustian Martoni jika kuota tidak berubah atau tidak ada pengurangan.

Pihaknya juga kebingungan kenapa antrean bisa menjadi parah panjang dan mengular.

Ditambah, pihak SPBU di Bengkulu Selatan saat ini juga sudah menerapkan aturan atau edaran dari Bupati Gusnan Mulyadi, tentang pembatasan pembelian BBM subsidi.

Hanya saja bukannya mengurai permasalahan antrean di Bengkulu Selatan, namun semakin memperparah antrean di sejumlah SPBU di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang, Surman Effendi mengatakan untuk dapat berjualan ia harus antre mengisi BBM satu hari sebelum bisa berjualan.

Jika tidak seperti itu maka tidak akan kebagian.

"Kalau saya antre setiap selesai salat Subuh, itupun antrean sudah 30 meter dari SPBU. Antrean juga itu dilakukan sebelum kami berangkat ke pasar untuk berjualan. Kalau tidak seperti itu mungkin dengan kondisi sekarang ini tidak kebagian dan kami gagal mencari nafkah," beber warga Bengkulu Selatan ini.

Ia berharap, terutama kepada pemeritah dan juga pihak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas oknum-oknum penimbun BBM jika antrean ini disebabkan karena ada ulah penimbun atau penyalahgunaan BBM subsidi.

"Ini bukan lain lagi, pasti ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ucap Surman.

Contohnya saja, beberapa waktu lalu Polda Bengkulu mengungkap dan menangkap pemasok BBM subsidi untuk alat berat pengerjaan proyek.

Hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani dan dikembangkan oleh Polda Bengkulu.

Baca juga: Buruh Harian di Bengkulu Jual Solar Subsidi ke Alat Berat, Polisi: Berpotensi Ada Tersangka Lain

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved