Terlilit Hutang Buat Laporan Palsu

Fakta Baru Ibu-ibu di Bengkulu Selatan Buat Laporan Palsu, Sempat Beli Emas Palsu Untuk Tipu Suami

Agar tidak dimarah suami lantaran uang habis dipakai, La sempat membeli emas palsu disalah satu toko emas di Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Ibu-ibu berinisial La (45) pembuat laporan palsu yang menjadi korban pembegalan saat sedang dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Rabu (17/8/2022) malam. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Fakta baru La (45) ibu-ibu warga Desa Padang Mumpo Kabupaten Bengkulu Selatan yang ditangkap aparat kepolisian karena membuat laporan palsu menjadi korban pembegalan sempat tipu sang suami.

Agar tidak dimarah suami lantaran uang habis dipakai, La sempat membeli emas palsu disalah satu toko emas di Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hal tersebut terbongkar, setelah penyidik memintai keterangan La, selama kurang lebih 24 jam.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago membenarkan jika hal tersebut telah diakui La.

Baca juga: Laporan Palsu Korban Begal Depan STQ Bengkulu Terungkap saat Polisi Prarekonstruksi

"Iya memang betul, itu ada. Tetapi nyatanya emas yang dikatanya hilang tersebut memang tidak ada atau hanya karangan dirinya saja," jelas Fajri kepada TribunBengkulu.com, Jumat (19/8/2022).

Bahkan, La (43) telah mengakui bahwa dirinya juga membuat dan merencanakan hal tersebut dalam keadaan sadar serta tidak ada itimidasi dari siapa pun.

"Memang itu pemikiran saya. Tidak ada rencana membuat hal tersebut dari asutan orang atau masukan orang. Terpaksa karena saya takut dimarah suami akibat unag yang saya minta telah habis," kata La.

Baca juga: Terlilit Hutang, Ibu-ibu di Bengkulu Selatan Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal

Untuk saat ini, polisi telah menetapkan La (43), warga Desa Padang Mumpo menjadi tersangka dan ditahan di sel Mapolres Bengkulu Selatan.

Akibat perbutannya, La disangkakan Pasal 220 KUHPidana dengan ancaman maksimal satu tahun masa kurungan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved