Sopir Truk Antre Solar Subsidi di Kepahiang hingga Berhari-hari, Imbasnya Penghasilan Turun

Antrean panjang truk akibat kelangkaan solar subsidi  terjadi di Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Panji/TribunBengkulu.com
Antrean solar subsidi di Kepahiang lebih dari 1 Kilometer pada Jumat (19/8/2022). Kondisi ini sudah berlangsung sebulan lebih. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Antrean panjang truk akibat kelangkaan solar subsidi  terjadi di Kepahiang Provinsi bengkulu.

Pantauan TribunBengkulu.com di SPBU Pertamina Jalan Santoso Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Jumat (19/8/2022) terlihat antrean truk untuk mengisi solar subsidi mengular. 

Sopir truk yang ingin mengisi BBM jenis solar subsidi harus menunggu lama bahkan berhari-hari akibat kelangkaan solar di sejumlah SPBU Pertamina. 

Diansyah (30) mengaku sudah antre lebih dari 12 jam untuk mendapatkan solar subsidi agar truk yang dibawanya bisa berjalan atau beroperasi lagi.

Diansyah sudah menunggu antrean BBM ini sejak pukul 23.00 WIB pada Kamis (18/8/2022) malam. 

"Karena antrean ini menunggu berjam-jam, penghasilan dengan jasa truk angkut ini berkurang hingga 50 persen,".

"Karena waktu yang digunakan untuk mengangkut barang terpotong dengan antrean BBM. Biasa setiap hari bisa narik barang, sekarang sehari antre minyak sehari narik barang," ucapnya saat ditemui tengah antre solar pada Jumat (19/8/2022). 

Setelah antrean dan dapat solar, lanjut Diansyah, belum tahu kapan dapat minyak BBM jenis solar lagi. Pernah dapat siang, sore atau juga ketika malam hari.

Sama halnya disampaikan Con (45), ia mengatakan sudah antre beberapa hari untuk mendapatkan solar subsidi.

Padahal truk yang biasa ia bawa ini digunakan untuk mengantar barang kebutuhan pokok atau sembako ke pasar.

"Turun penghasilan saya, karena antre solar ini. Ditakutkan dampaknya bukan hanya di sopir, tapi ke pedagang dan pembeli di pasar. Harus menunggu stok barang, karena antre minyak hingga 2 hari," ujarnya saat sedang merawat mobil truk miliknya. 

Con meminta pihak terkait atupun pemerintah untuk memperhatikan nasib sopir seperti mereka karena angkutan sembako ini berpengaruh terhadap stok barang kebutuhan di pasar.

Jika mereka lambat mengantar maka suplai atau stok untuk barang kebutuhan pasti terhambat. 

Untuk truk yang dibawa Diansyah dan Con ini sekali mengisi bahan bakar minyak bensin jenis solar dari Rp 400 ribu - Rp 500 ribu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Putri Candrawathi Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: Kisah Inspiratif Bakul Tempe Lulusan SD yang Anaknya Kuliah dan Raih Gelar Doktor di Jepang

Baca juga: Gubernur Bengkulu Terima Uang Baru Spesial Nomor Seri Tanggal Kelahiran dari Bank Indonesia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved