Aksi Begal di Bengkulu

Terungkap Luka Bacok Bukan Dibegal, Pembuat Laporan Palsu Begal Depan STQ Bengkulu Minta Maaf

Pelaku maling yang mengaku korban begal di depan STQ Bengkulu, Agung Saputra (22 tahun) meminta maaf atas perbuatannya.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Agung Saputra (22), warga Kota Bengkulu yang mengaku menjadi korban begal depan STQ Bengkulu meminta maaf kepada masyarakat dan polisi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pelaku maling yang mengaku korban begal di depan STQ Bengkulu, Agung Saputra (22 tahun) meminta maaf atas perbuatannya.

Dalam video permintaan maaf yang dibagikan Kapolsek Selebar, AKP M Syahir Fuad kepada TribunBengkulu.com, pelaku mengakui sudah berbohong saat melapor menjadi korban begal di Jalan Raden Fatah, tepat depan jalan masuk STQ Bengkulu.

"Adapun kejadian yang sebenarnya, saya melakukan pencurian di sebuah warung di pantai panjang," kata pelaku.

Pelaku juga meminta maaf kepada kepolisian, dan juga masyarakat Kota Bengkulu yang menjadi resah akibat laporan pembegalan palsu tersebut.

"Dan saya bersedia mempertanggungjawabkan perbuatan saya secara hukum yang berlaku," ujarnya.

Kapolsek Selebar, AKP M Syahir Fuad mengatakan setelah mendapatkan laporan pelaku pada Selasa (16/8/2022), pihaknya segera melakukan pemeriksaan dan pra rekonstruksi bersama pelaku.

Namun, dari keterangan korban dan hasil prarekonstruksi, didapatkan sejumlah kejanggalan.

Hingga akhirnya pada Rabu (17/8/2022), pelaku mengakui jika pembegalan terhadap dirinya adalah tidak benar atau bohong.

"Luka (bacok) yang di alaminya tersebut adalah akibat dari kepergok saat melakukan pencurian dengan pemilik warung di wilayah pantai panjang," terang Fuad.

Atas pengakuan pelaku, Unit Reskrim Polsek Selebar kemudian menyerahkan pelaku dan barang bukti ke Polsek Ratu Agung, untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pelaku pada Selasa (16/8/2022) lalu pulang dengan luka-luka bacok, dan mengaku dibegal di Jalan Raden Fatah, tepat depan jalan masuk STQ depan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Dharma Guna Bengkulu.

Sementara, akibat luka bacok tersebut, pelaku harus mendapatkan 65 jahitan.

Pelaku mengalami luka tusuk di bagian perut. Kemudian, ada luka bacok di bagian pinggul, tengah punggung, dan bagian atas punggung.

Untuk luka di bagian pinggul, korban harus mendapatkan 30 jahitan. Di bagian tengah punggung, juga ada 30 jahitan.

"Kemudian di bagian atas punggung, itu 5 jahitan," kata paman pelaku, Aziman.

Baca juga: Harga Emas di Bengkulu Hari Ini 19 Agustus 2022 Turun, Cek Daftar Harga Emas Antam dan UBS Lengkap

Baca juga: Eks Kabareskrim Minta Putri Candrawathi Segera Bicara Soal Kasus Brigadir J, Karena Bisa Meringankan

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved