Harga TBS Sawit Bengkulu Masih Rendah, Apkasindo : Ini Masalah yang Sangat Rumit

Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bengkulu, Jhon Simamora mengatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Pro

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Antrean truk pengangkut TBS sawit di pabrik kelapa sawit masih terpantau mengular, Sabtu (20/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bengkulu, Jhon Simamora mengatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu masih rendah sebagai masalah yang rumit.

 

Pasalnya, harga TBS sawit belum mengalami perubahan meski Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menetapkan harga TBS sawit sebesar Rp 1.765 perkilogram beberapa waktu lalu.

 

Hal tersebut disebabkan, saat rapat penetapan harga TBS sawit, perwakilan pabrik kelapa sawit (PKS) yang hadir tidak mampu mengambil keputusan sebab bukan pemilik langsung yang datang namun hanya setingkat manajer.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Stagnan, Meski Harga CPO di PT KPBN Tembus Rp 11.128 Perkilogram

Baca juga: Sekda Bengkulu Selatan Marah Halaman Puskesmas Kotor, Sukarni: Harusnya Jadi Contoh Jaga Kebersihan

Baca juga: Nakes Bengkulu Kekurangan Vaksin Untuk Booster, Begini Respon Gubernur

 

"Harga penetapan ini sulit untuk diikuti PKS, meskipun dihadiri oleh perwakilan dari seluruh PKS tetapi yang hadir ini kroco-kroco saja, jadi tidak bisa mengambil keputusan dan mengikuti harga penetapan," kata Jhon.

 

Apkasindo pun menegaskan sudah seharusnya harga penetapan provinsi tersebut bisa diikuti oleh seluruh PKS yang ada di Bengkulu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved