Pasar Rakyat di Sindang Kelingi Rejang Lebong Terbengkalai dan Ditinggalkan Pedagang

Pasar tradisional Desa Sindang Jati, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong sepi aktifitas pedagang. Pasar yang dibangun dengan dana milia

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Sekretaris Desa Sindang Jati Kecamatan Sindang Kelingi Fachrobin Huda, menunjukkan Pasar Rakyat di Sindang Kelingi sepi pedagang dan terkesan terbengkalai, pada Sabtu (20/8/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pasar tradisional Desa Sindang Jati, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong sepi aktifitas pedagang


Pasar yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tahun 2018 lalu oleh CV. Trisaningrum terkesan mubazir dan kini terbengkalai. 


"Pedagang memilih jualan dipinggir jalan setiap sabtunya, mereka enggan berjualan disini. Pasar tradisional ini mirip dengan pasar daging," ucap Sekretaris Desa Sindang Jati kecamatan Sindang Kelingi Fachrobin Huda pada tribunbengkulu.com, pada Sabtu (20/8/2022). 


Para pedagang kalangan ini banyak berjualan sayur-sayuran, pakaian hingga kebutuhan sembako, jarang ada yang jualan daging

Baca juga: Nelayan di Kota Bengkulu Bakal Dapat Bantuan dari KKP RI

Baca juga: Polisi Masih Dalami Penyebab dan Kronologi Truk yang Terjun Ke Sungai di Rejang Lebong


Bangun yang selesai akhir 2018 lalu ini, sudah diresmikan oleh Bupati Rejang Lebong, kala itu tiga tahun terakhir tak ditempati hingga terbengkalai. 


Dari pembangunan itu, pihaknya sudah mengusulkan untuk membongkar kosnya saja, namun tidak diperbolehkan oleh pihak dinas perdagangan. 


Menurutnya, pembangunan pasar ini tidak melihat kebutuhan masalah dan para pedagang, pasalnya pembangunan pasar ini sama dengan pasar daging di pasa atas Curup tak Diminati pedagang. 


Ia berpendapat, seharusnya pemerintah daerah dapat melihat kegunaan bagunan sebelum membuat gambar kontruksi hingga dibangun lalu terbengkalai sampai saat ini. 


"Survei dulu para pedagang apalagi pasar ini merupakan pasar mingguan bukan pasar setiap hari dan bukan juga pasar daging atau ikan," tutupnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved