Banjir di Bengkulu

Banjir di DPRD Provinsi Bengkulu Perdana dalam 30 Tahun Terakhir, Ketinggian Capai Lutut Dewasa

Banjir menggenangi seluruh bangunan sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Minggu (22/8/2022) merupakan pertama yang terjadi dalam 30 tahun terakhir.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Pegawai sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu saat sedang membereskan dokumen yang basah akibat terendam banjir, Senin (22/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banjir menggenangi seluruh bangunan sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Minggu (22/8/2022) merupakan banjir pertama yang terjadi dalam 30 tahun terakhir.

Dikatakan Kabag Umum Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Rizan Putra Jaya, selama ini banjir belum pernah sampai menggenangi bangunan sekretariat.

Apalagi sampai membasahi ribuan dokumen penting milik DPRD Provinsi Bengkulu yang ada di dalam ruangan dan tersimpan di atas meja, di dalam laci dan lemari.

Meskipun hujan melanda sejak hari Sabtu lalu, namun air hujan dilaporkan mulai naik sampai ke lutut orang dewasa pada hari Minggu kemarin.

Di saat kejadian tidak ada aktivitas pekerjaan dikarenakan hari sedang libur, sehingga proses pembersihan dan penjemuran dokumen maupun barang-barang lainnya baru dilakukan hari ini, Senin (22/8/2022).

Pegawai sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu sedang menjemur dokumen yang basah akibat terendam banjir, Senin (22/8/2022).
Pegawai sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu sedang menjemur dokumen yang basah akibat terendam banjir, Senin (22/8/2022). (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

"Kita tahu itu karena dikabari oleh satpam yang berjaga di kantor pada hari Minggu kemarin," ungkap Rizan.

Saat satpam melaporkan kejadian tersebut ketinggian air yang masuk ke sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu sudah mencapai lutut orang dewasa.

Inilah yang menyebabkan berkas-berkas serta barang-barang yang berada di bagian bawah mengalami kerusakan.

Bahkan dilaporkan ada beberapa unit komputer, laptop dan printer yang juga rusak akibat terendam banjir.

Termasuk juga perabotan lainnya seperti kursi busa, kursi busa, sepatu, karpet dan sajadah juga tidak luput dari banjir ini.

"Jika sudah dihitung dan direkap, maka dalam Minggu ini akan segera kita laporkan ke pak Gubernur," kata Rizan.

Banjir ini sendiri diperkirakan terjadi akibat luapan air yang berasal dari siring dan kolam yang berada di dekat sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu.

Siring dan kolam tersebut meluap akibat tidak mampu lagi menahan derasnya hujan yang berlangsung selama 2 hari berturut-turut.

Terpantau air masuk ke seluruh ruangan yang ada di sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu tanpa terkecuali.

Namun pada hari ini, kondisinya semua air yang menggenangi sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu telah surut.

Seluruh pegawai sudah bergegas membersihkan ruangan serta menjemur dokumen-dokumen yang terendam dengan harapan masih ada berkas yang bisa diselamatkan.

Baca juga: Komisi III Cecar Mahfud MD soal Kasus Pembunuhuan Brigadir J, Arteria Dahlan: Legislatif Tak Diam

Baca juga: Jadi Langganan Banjir Bengkulu, Warga Sukamerindu Ingin Curhat ke Pemerintah Daerah soal Drainase

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved