Berkas Kasus Korupsi Replanting Sawit di Bengkulu Utara Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani mengatakan pihak akan segera melimpahkan kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara ke pengadila

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Barang bukti kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara. Kejati Bengkulu segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani mengatakan pihak akan segera melimpahkan kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara ke pengadilan.


Saat ini, penyidik di Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu masih melengkapi pemberkasan dan pembuktian.


"Setelah semua kekurangan-kekurangan dilengkapi oleh penyidik, maka dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke pengadilan," kata Ristianti kepada TribunBengkulu.com, Senin (22/8/2022).

 

Baca juga: Bandar Togel di Bengkulu Raup Keuntungan Puluhan Juta Rupiah Selama 3 Bulan Beroperasi

Baca juga: Belasan Tahun Gunakan Narkoba, Oknum Perangkat Desa di Kabupaten Seluma Diringkus Polisi

Baca juga: BREAKING NEWS: Dihalangi Warga, Polres Rejang Lebong Gagal Tangkap Bandar Sabu


Untuk sementara, ada 4 tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Penyidik sendiri masih melakukan pendalaman untuk kemungkinan ada tersangka lain.


"Kita fokuskan dulu 4 tersangka untuk dilimpahkan ke pengadilan," ujar dia.


Kejati sendiri sebelumnya telah menetapkan 4 tersangka dalam kasus ini. 4 tersangka tersebut adalah Arlan Sidi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Ridang Jaya, Eli Darwanto selaku Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, Suhastono yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya, dan Priyanto, anggota yang merupakan kepala desa (kades) Tanjung Muara yang baru dilantik.


Priyanto sendiri baru dilantik sebagai Kades Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu pada Rabu (3/8/2022) lalu.


Pelantikan harus dilakukan secara virtual dari dalam tahanan Polda Bengkulu, karena yang bersangkutan jadi tahanan Kejati Bengkulu.


Untuk kerugian negara sendiri, disebutkan sekitar Rp 13 miliar, dan akan disampaikan secara resmi dalam persidangan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved