Kades Korupsi Untuk Bayar Utang Judi

BREAKING NEWS: Mantan Kades di Rejang Lebong Korupsi Rp 530 Juta Gegara Untuk Bayar Utang Judi

Tersangka SA, pada Senin (22/8/2022) diperiksa di gedung tindak pidana khusus Kejari Rejang Lebong lebih dari 2 jam.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Mantan Kades Lubuk Tunjung kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong berinisial SA (42) saat dibawa ke mobil tahanan Kejari Rejang Lebong, pada Senin (22/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Mantan Kepala Desa di Kabupaten Rejang Lebong berinisial SA (42), terpaksa menggunakan rompi orange dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong, pada Senin (22/8/2022) karena tersandung kasus Korupsi.

SA yang sebelumnya menjabat menjadi Kepala Desa Lubuk Tunjung kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong terpaksa ditahan, karena tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana desa (DD).

Tersangka SA, pada Senin (22/8/2022) diperiksa di gedung tindak pidana khusus Kejari Rejang Lebong lebih dari 2 jam.

Baca juga: Sepasang Kekasih Tersangka Kasus Aborsi Nikah di Polres Bengkulu, Penuh Haru & Isak tangis

"Dari pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya, jadi tersangka kita tahan selama 20 hari kedepan," kata Kajari Rejang Lebong, Yadi Rachmad, pada Senin (22/8/2022).

Usai diperiksa tersangka SA langsung di bawa ke mobil tahanan dan dititipkan ke Rutan Polres Rejang Lebong.

Baca juga: Remaja Panorama di Kota Bengkulu Dibawa Kabur dan Dicabuli Pacar

Dalam kasus ini, SA melakukan penyelewengan penggunaan dana desa dalam pembangunan jalan rabat beton sepanjang 700 meter dan drainase pada tahun 2021 lalu.

Dari rencana pembangunan tersebut, hanya dibangun 214 meter sedangkan untuk drainase tidak dibuat sama sekali.

Untuk Bayar Utang Judi

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong, Arya Marsepa mengungkapkan uang dana desa dalam proyek pembangunan rabat beton dan drainase itu digunakan tersangka untuk membayar utang judi.

"Uang itu dicairkan di rekening desa, lalu diambil langsung oleh tersangka ini, pengakuan tersangka uang itu digunakan untuk membayar utang judi," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Polres Rejang Lebong Gagal Tangkap Bandar Sabu Gegara Dihalangi Warga Hingga Nyaris Ribut

Hasil audit oleh pihak Inspektorat Rejang Lebong dan Audit Investigasi, pihak Kejaksaan menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 530.922.600 dari dua item pembangunan tersebut.

Pengerjaan 2 item ini juga tidak ada laporan pertanggung jawabannya, serta tim TPK desa tak dilibatkan dalam pengerjaan pembangunan fisik itu.

Tim TPK desa juga tak mengetahui jika mereka masuk dalam tim, karena mereka tak diberitahukan oleh mantan kepala desa ini.

Tersangka SA disangkakan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 ,Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved