TPA Air Sebakul Seluas 6,5 Hektare di Kota Bengkulu Diprediksi Penuh dalam 1 Tahun

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kota Bengkulu diprediksi dalam satu tahun ke depan akan penuh.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan saat menjelaskan kondisi terkini dari TPA Air Sebakul, Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kota Bengkulu diprediksi dalam satu tahun ke depan akan penuh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan mengatakan TPA Air Sebakul diprediksi penuh dalam satu tahun ini berdasarkan jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Bengkulu per harinya.

"Satu hari ini bisa sekitar 400 ton volume sampah yang kita angkut, akibatnya itu TPA kita (Air Sebakul) dengan luasan 6,5 ha, maka kurang lebih satu tahun lagi akan penuh. Nah ini yang kita sulit, mencari alternatif," kata Riduan.

Sebagai salah satu solusi untuk kondisi TPA saat ini Riduan mengimbau semua pihak, agar lebih bijak dalam membuang sampah.

Dan tidak asal membuang, tanpa memilah, sehingga menyebabkan penguraian sampah-sampah ini lama.

"Seharusnya masyarakat juga bisa memilah mana sampah yang bisa masih digunakan. Untuk kompos misalnya. Ya itu digunakan, jangan semuanya dibuang," imbuh Riduan.

Baca juga: Amankah Vaksinasi Dosis Keempat Pakai Pfizer? Begini Penjelasan Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu

Baca juga: Lima Pria Paruh Baya di Rejang Lebong Diangkut Polisi saat Bermain Judi Kartu di Teras Rumah

Untuk Kota Bengkulu juga masih kekurangan kontainer sampah. Yang mana saat ini kondisi kontainer sampah sudah dalam kondisi lapuk sudah berkarat.

"Nah akibatnya itu kurang lebih 400 ton satu hari. Volume kita terbatas. Paling banyak sekali provinsi ini volume sampahnya di Kota Bengkulu," jelas Riduan.

Melihat jumlah penduduk Kota Bengkulu yang dapat, juga berimbas dengan jumlah volume sampah yang melimpah.

Untuk itu, perlu usaha bersama untuk menangani persoalan sampah di Kota Bengkulu. Pasalnya, jika hanya mengandalkan program pemerintah, tanpa ada dukungan dari warganya, maka akan sulit untuk mengatasi tumpukan sampah di Kota Bengkulu.

"Karena Kota kita yang paling ramai, dan jumlah penduduk kita menumpuk dalam satu wilayah kita. Beda dengan Kabupaten, yang menyebar. Usulan sudah kita sampaikan tinggal pertimbangan anggaran," papar Riduan.

Untuk diketahui, tahun 2023 mendatangkan pihaknya telah mengusulkan untuk penambahan 10 kontainer sampah.

Hal ini untuk memback-up kondisi kontainer yang mulai rusak. Sehingga, dapat meminimalisir sampah yang berserakan.

"Sampah juga bercampur itu, sampah basah, sampah kering, dan plastik. Kurang lebih sampah plastik dari volume itu sekitar 5 persen dari 400 ton itu," ucap Riduan.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved