Kasus Judi di Bengkulu

BREAKING NEWS: Polisi Ringkus Petani di Rejang Lebong yang Jadi Bandar Judi Togel

Tim Opsnal Polres Rejang Lebong berhasil meringkus seorang petani kopi yang menjadi bandar judi togel online.

HO Polres Rejang Lebong
Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan, Bersama KBO Satreskrim Polres Rejang Lebong serta Kasi Humas Polres Rejang Lebong, dan pelaku Judi Togel Online, saat Konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, pada Selasa (23/8/2022) pagi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Tim Opsnal Polres Rejang Lebong berhasil meringkus seorang petani kopi yang menjadi bandar judi togel online.

Pelaku yang diketahui berinisial TA alias IC (42) warga Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, ditangkap polisi, pada Senin (22/8/2022) sore.

Baca juga: Terlibat Judi Online 5 Warga Kota Bengkulu Ditetapkan Tersangka, Dua Lagi Dilepas

"Ada laporan dari masyarakat, jika pelaku ini merupakan bandar togel, dan kami tindaklanjuti sekitar pukul 14.30 WIB. Kami ke rumah pelaku lalu melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti hasil judi togel," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan, Selasa (23/8/2022).

Polisi mengamankan barang bukti dari tangan pelaku, buku tafsir mimpi, rekap nomor togel, buku catatan nomor togel yang sudah keluar, satu unit handphone, dan uang tunai senilai Rp 2.283.000.

Baca juga: Maling Gasak Motor Mahasiswi di Kota Bengkulu, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Pelaku sudah beraksi sejak 2 bulan terakhir, untuk menambah penghasilan sehari-hari.

Ia mengaku belajar judi togel online ini, setelah menonton youtube.

"Lumayan nambah penghasilan, sehari bisa dapat ratusan ribu. Awalnya cuma iseng saja karena saat ini musim kopi sudah habis jadi jual nomor togel," akui IC.

Baca juga: Operasi Wanalaga Nala 2022 Polda Bengkulu, Warga Kepala Curup Ditangkap Jual Kayu Hutan Ilegal

Diketahui, pelaku memasang dan bermain judi togel menggunakan handphone Android miliknya.

Para pemasang togel mengirimkan nomor yang akan dipasang ke pelaku melalui pesan whatsapp, lalu direkap oleh pelaku di dalam buku, kemudian nomor yang akan di pasang di akun togel miliknya.

Pelaku dijerat Pasal 303 ayat (1) ke 1, 2 dan ke 3 KUHP dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved