Banyak Lubang, Pengendara Harus Hati-hati saat Melintas di Jalan Kalimantan Kota Bengkulu

Sejak 8 bulan terakhir, Jalan Kalimantan, Kampung Klawi, Kota Bengkulu rusak dan banyak lubang.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kondisi Jalan Kalimantan Kota Bengkulu rusak berlubang padahal jalan ini selalu ramai dilintasi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak 8 bulan terakhir, Jalan Kalimantan, Kampung Klawi, Kota Bengkulu rusak dan banyak lubang.

Salah satu warga, Aris menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini, awalnya dipicu oleh pecahnya gorong gorong yang ada di bawah jalan ini. Sehingga berimbas pada keroposnya aspal jalan, hingga menyebabkan banyak lubang.

"Kalau kecelakaan sering terjadi. Motor jatuh, mobil dengan mobil, jadi harus cepat diperbaiki (jalan rusak) karena genangan air itu dari comberan rumah warga," kata Aris kepada TribunBengkulu.com, Rabu (24/5/2022).

Apalagi, kondisi jalan di simpang Kampung Klawi ini, sebelumnya pernah viral di media sosial. Yang mana, memperdebatkan atas tanggungjawab dan kewenangan jalan tersebut.

Saat ini diketahui, mulai ada material di sekitar simpang jalan Kalimantan ini yang menandakan jalan akan segera diperbaiki.

"Itu ada gorong-gorong di pinggir jalan ada semenjak warga kampung kelawi demo dan sudah viral di media itu ada tanggapan dari PU provinsi mau diperbaiki gorong-gorong dengan harapan secepat mungkin untuk diperbaiki," ungkap Aris.

Untuk diketahui, kerusakan jalan hampir menyeluruh di simpang empat lampu merah, Kampung Klawi. Di mana kondisi lubang yang hampir merata.

Aris menambahkan, kondisi ini diperparah saat hujan tiba, maupun malam hari. Sehingga memaksa para pengendara ekstra hati-hati agar tidak jatuh, atau mengalami kecelakaan.

"Terjadinya jalan berlobang karena gorong-gorong pecah. Itu comberan dari rumah warga dan toko toko larinya ke jalan. Makanya jalan ini gak pernah kering," jelasnya.

Dengan kondisi demikian, menyebabkan jalan disekitar lampu merah itu licin. Ditambahkan, para pengendara juga banyak yang melanggar rambu rambu lampu lalulintas.

"Selain kondisi jalan, banyak juga pengendara yang main nyolong padahal lampu merah," tukasnya.  

Baca juga: Polisi Olah TKP Kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu, Tim Forensik Ambil 5 Sampel untuk Diteliti

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Tengah Belum Berubah, Tertinggi Rp 1.510 per Kilogram


 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved