Polisi Gerebek Tiga Wanita Paruh Baya dan 1 Pemuda Warga Kaur saat Berjudi di Kebun Sawit

Tim Patak Robot Satreskrim Polres Kaur berhasil mengamankan tiga wanita paruh baya dan seorang pemuda sedang bermain judi di kebun sawit.

HO Polres Kaur
Tim Patak Robot Satreskrim Polres Kaur amankan 3 wanita paruh baya (IRT) dan 1 pemuda yang duduk sembari memegang kartu remi usai diamankan saat sedang bermain judi di kebun sawit, Selasa (23/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Tim Patak Robot Satreskrim Polres Kaur berhasil mengamankan tiga wanita paruh baya yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pemuda di Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning sedang bermain judi.

Keempat warga Kaur yang diamankan saat digerebek bermain judi ialah, RS (20) warga Desa Sulauwangi, Ju (41) Desa Ulak Rengas Lampung Utara, Ri (40) warga Desa Puguk Meranti Kepahiang dan Ma (40) warga Kelurahan Simpang Tingga Kaur Utara.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Kaur, Aipda M. Zarwan menjelaskan tidak hanya empat tersangka judi diamankan namun ikut diamankan beberapa barang bukti yang diduga dipergunakan untuk bermain judi.

Barang bukti diamankan dari lokasi, berupa 2 kotak kartu remi beserta 52  lembar kartu remi, 3 lembar uang pecahan Rp 100.000, 6 lembar uang pecahan Rp. 50.000, 8 lembar uang pecahan Rp 10.000, 6 lembar uang pecahan Rp. 5.000, 1 lembar uang pecahan Rp 1.000 dan 3 buah karpet tempat duduk.

"Tersangka serta barang bukti semua sudah kami amankan dan sekarang semuanya sudah di Polres Kaur," jelas Zarwan kepada TribunBengkulu.com, Selasa (23/8/2022) malam.

Sementara, kempat tersangka perjudian tersebut diamankan saat bermain judi di area perkebunan kelapa sawit dengan beralasan karpet.

Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik Polres Kaur, jenis permainan judi yang dilakukan adalah judi jenis Samgong.

Keempat tersangka perjudian ini, disangkakan Pasal 303 Subsidar Pasal 303 Bis dengan ancaman paling lama kurungan 10 tahun penjara atau piadana denda paling banyak Rp 25 juta rupiah.

Sampai saat ini, pemeriksaan masih berlanjut dan masih dilakukan pendalaman oleh penyidik.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Bumi 6.5 Magnitudo Guncang Kaur Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Gempa Bengkulu 23 Agustus 2022: Kepanikan di Kaur Saat Gempa Terjadi, Warga Sempat Teriak Tsunami

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 6.5 Guncang Kaur Bengkulu, Terasa di Wilayah Sumbagsel Hingga Ujung Kulon

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved