Kurir Narkoba Ngaku Dapat Sabu dari Napi, Kepala Lapas Bentiring: Kami Siap Bersinergi dengan Polisi

Ade Kusmanto mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian, khususnya Ditresnarkoba Polda Bengkulu dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kepala Lapas Bentiring Kelas IIA Bengkulu Ade Kusmanto mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba merespon tangkapan kurir narkoba yang mengaku mendapat sabu dari napi lapas. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Lapas IIA Bengkulu (Lapas Bentiring), Ade Kusmanto mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian, khususnya Ditresnarkoba Polda Bengkulu dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan Ade menanggapi pengakuan seorang kurir narkoba jenis sabu yang ditangkap Polda Bengkulu, yang mengaku mendapatkan sabu dari salah satu warga binaan di Lapas Bentiring

Sebelumnya, seorang tersangka kurir narkotika yang ditangkap petugas Subdit I Ditresnarkoba Polda Bengkulu, JK, mengaku mendapatkan sabu dari seorang narapidana Lapas Bentiring, berinisial V.

Ade kemudian membenarkan jika V adalah narapidana di Lapas Bentiring. V ini, kata Ade, saat ini juga menjalani masa hukuman karena kasus narkotika.

"Kami siap mendukung pihak Polda Bengkulu dalam mengungkap jaringan narkotika di masyarakat. Dan apabila diduga ada hubungannya dengan narapidana di Lapas Kelas IIA Bengkulu, kami siap bersinergi," kata Ade kepada TribunBengkulu.com, Kamis (25/8/2022).

Ade mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan pencegahan terkait pencegahan peredaran narkotika di dalam Lapas.

Langkah-langkah pencegahan tersebut seperti melakukan razia rutin, razia insidentil, ataupun razia yang bekerjasama dengan aparat hukum lain seperti BNN ataupun kepolisian.

"Kami juga melakukan kegiatan rehabilitasi terhadap narapidana pecandu," kata dia.

Tindakan pencegahan lain juga diambil, seperti melakukan tes urin secara insidentil, baik terhadap narapidana, ataupun terhadap pegawai di lapas.

Sebelumnya, Subdit I Ditresnarkoba Polda Bengkulu menangkap tersangka kurir narkoba diduga jaringan lapas, Minggu (21/8/2022) lalu. Tersangka yang berhasil diamankan adalah JK, warga Kota Bengkulu.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 1 paket narkotika jenis sabu. Selain itu, dari tangan tersangka, petugas juga mengamankan 1 unit handphone dan uang tunai senilai Rp 200 ribu.

Dalam interogasi lebih lanjut, tersangka mengakui mendapatkan narkoba ini dari dalam Lapas Bentiring Kota Bengkulu, dari seseorang dengan inisial V.

Atas pengakuan tersangka ini, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan pihak kepolisian masih akan melakukan koordinasi dengan Lapas Bentiring mengenai asal muasal sabu tersebut.

"Betul dari sana (Lapas Bentiring), atau tersangka hanya mengaku-ngaku untuk mengelabui petugas, supaya tidak dikejar asal sebenarnya. Ini masih kita kembangkan," kata Sudarno.

Baca juga: Kurir Narkoba di Bengkulu Ditangkap Jelang Transaksi, Ngaku ke Polisi asal Sabu dari Napi Lapas

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved