Dua Warga Lebong Ngunjal BBM Diringkus di Jalan Lintas Curup-Lebong, 358 Liter BBM Subsidi Disita

Dua warga Kabupaten Lebong diamankan Tim Opsnal Polsek Bermani Ulu di Jalan Lintas Curup-Lebong saat sedang membawa 358 liter BBM subsidi.

Panji/TribunBengkulu.com
Kedua pengunjal BBM Subsidi, berinisial AD alias WI (34) dan DH alias DO (43) warga Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, saat konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, pada Jumat (26/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Dua warga Kabupaten Lebong diamankan Tim Opsnal Polsek Bermani Ulu di Jalan Lintas Curup-Lebong saat sedang membawa 358 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada Kamis (25/8/2022) malam.

Kedua warga Lebong kepergok membawa BBM subsidi dalam jeriken dengan 2 mobil pikap berbeda berinisial AD alias WI (34) dan DH alias DO (43) warga Kecamatan Rimbo Pengadang.

AD dan DH diamankan lantaran mengunjal bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang disimpan di dalam jeriken.

"Dari kedua tangan pelaku ini kami mengamankan 326 liter Pertalite dan 32 Liter Solar, yang disimpan di dalam jerigen dengan total 358 liter BBM subsidi," ungkap Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan saat Konferensi Pers di Mapolres Rejang Lebong, pada Jumat (26/8/2022).

Selain mengamankan BBM subsidi, polisi juga mengamankan 2 unit mobil pikap yang digunakan untuk membawa jeriken ini.

Kasus ini, terungkap saat penyidik Polsek Bermani Ulu mendapatkan informasi adanya mobil yang membawa jeriken dengan isi BBM subsidi.

"Jadi kami melakukan penghadangan di depan Mapolsek Bermani Ulu, lalu ada 2 unit mobil mencurigakan kami pun menghentikannya, saat di periksa kami menemukan 11 jeriken dengan isi BBM subsidi," ujar Kapolsek Bermani Ulu, Ipda Ibnu Sina Alfarobi.

Akhirnya Keduanyapun, dibawa ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan ini,  keduanya ini bukan dalam satu jaringan, namun keduanya ini mau menjual secara ecer BBM tersebut di Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.

Dari perbuatan pelaku Keduanya terancam 6 tahun penjara dan denda senilai Rp 6 miliar, sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 

Baca juga: Asyik Bermain Judi Koa, 1 Warga Bengkulu dan 3 Warga KTP Sumbar Diamankan Polisi

Baca juga: Tak Pulang-pulang, Pria Paruh Baya di Rejang Lebong Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Kebun Kopi

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved