Mucikari di Bengkulu Selatan Korbankan Pacar Sendiri, Demi Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Penggerebekan yang dilakukan tim Polres Bengkulu Selatan di salah satu hotel di kawasan Slipi Kabupaten Bengkulu Selatan terungkap fakta baru.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Dua pasang kekasih yang diduga PSK dan germo diamankan Polres Bengkulu Selatan. Tampa kedua pemuda yang diduga sebagai germo, saat dilakukan pemeriksaan 

"Tidak ada sistem bagi atau dapat fee. Misalnya uang dapat dari pelanggan Rp 400 ribu. Rp 100 untuk bayar losmen dan sisanya itulah keuntungan kami," jelas Re kepada tribunbengkulu.com, Jumat (26/8/2022).

Ditambahkan Re, uang tersebut dalam sehari bisa terkumpul kisaran Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta kotornya. Karena belum dipotong untuk pembayaran losmen.

Sedangkan, uang tersebut memang hanya digunakan untuk membeli pakaian seperti baju celana, makan, rokok dan kebutuhan sehari-sehari lainya.

Setiap pelanggan jika ingin "diservice" harus membayar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Sementara Lp (18), warga Kecamatan Pino, yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) mengatakan dirinya memang stand by di losmen tersebut setiap hari.

"Setiap hari ada disana kami. Tetapi, memang masih pulang ke rumah orang tua hanya sebentar. Sudah itu kembali ke losmen lagi," ungkap Lp.

 

Informasi yang dihimpun tribunbengkulu.com, sampai saat ini ke empat pemuda tersebut masih dilalukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Bengkulu Selatan.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, 2 pasang kekasih Re dan Lp juga Ri dan La digerebek polisi di salah satu hotel di kawasan Slipi Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis (25/8/2022) malam.

 

LP dan La diamankan saat di dalam kamar berbeda, bersama Re (17), warga Kecamatan Pasar Manna dan Ri (22) warga Kabupaten Seluma.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved