Selain Tak Memenuhi Syarat, Aktivitas Tambang Batubara PT RSM Bengkulu Tengah juga Rusak Kebun Warga

Selain belum memenuhi syarat untuk beroperasi, PT RSM yang melakukan aktivitas tambang batubara di Desa Surau, ternyata juga merusak lahan warga.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Dua orang warga yang lahannya terdampak aktivitas tambang batubara PT RSM di Bengkulu Tengah saat melihat lokasi tambang, Kamis (25/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Selain belum memenuhi syarat untuk beroperasi, PT Ratu Samban Mining (RSM) yang melakukan aktivitas tambang batubara di Desa Surau Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah, ternyata juga merusak lahan warga.

Akibat adanya aktivitas tambang batubara milik PT RSM di Desa Surau membuat tanah di lahan perkebunan milik warga yang berada tepat di samping lahan pertambangan menjadi rusak, retak, terbelah dan terancam amblas.

Dedi Damhudi salah seorang pemilik kebun menjelaskan, lahan perkebunan miliknya bersama 8 warga terdampak lainnya selalu baik-baik saja sebelum ada akitivitas tambang batubara PT RSM.

Namun, sejak PT RSM melakukan aktivitas di dekat area kebun mereka, kerusakan pun terjadi.

"Kalau dilihat, sekarang tanah kami ada yang retak sangat besar dan kami khawatir akan terjadi longsoran," ujar Dedi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Sudah Beroperasi 2 Bulan, Tambang Batubara PT RSM di Bengkulu Tengah Ternyata Belum Memenuhi Syarat

Dari sembilan warga yang terdampak, terdapat dua warga yang mengalami kerusakan parah, yakni Dedi dan Kamarudin.

"Dengan kondisi seperti ini pihaknya berharap pihak perusahan bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi ini. Kemudian kami berharap perusahan tersebut menghentikan pengerukan atau mengalih tanah, sebab akan sangat berdampak terhadap kebun kami," kata Dedi.

Merespon keluhan warga setempat terhadap akitivitas tambang batubara PT RSM, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT RSM Budi Herwan menjelaskan, terkait permasalahan tersebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan warga yang terdampak.

"Sebenarnya ini hanya miss komunikasi saja, soal permasalahan dengan warga itu sudah kita tanggapi dengan positif dan sudah memasuki tahap penyelesaian," ujar Budi.

Terkait ganti rugi yang akan dilakukan oleh pihak PT RSM, Budi menyebutkan hal tersebut dikembalikan lagi kepada pemilik lahan.

"Untuk ganti rugi itu sebenarnya bagian humas, tapi balik lagi ke pemilik lahan mau seperti apa, mau ganti rugi saja atau kita beli lahannya," ungkap Budi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Digerebek di Kamar Hotel, Dua PSK dan Germo Diamankan Polres Bengkulu Selatan

Baca juga: Update Kasus Dugaan Korupsi Replanting Sawit: Uang Sitaan Rp 13 Miliar, Segera Disidangkan

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved