Sudah Beroperasi 2 Bulan, Tambang Batubara PT RSM di Bengkulu Tengah Ternyata Belum Memenuhi Syarat

DLH Kabupaten Bengkulu Tengah mengecek tambang batubara milik PT Ratu Samban Maining (RSM) yang mulai beroperasi sejak 2 bulan terakhir.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Aktivitas tambang batubara PT RSM di Kabupaten Bengkulu Tengah yang sudah beroperasi selama dua bulan. Hasil pengecekan DLH Kabupaten Bengkulu Tengah hari ini, Jumat (26/8/2022) masih ada syarat belum dilengkapi oleh PT RSM. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah mengecek tambang batubara milik PT Ratu Samban Maining (RSM) yang mulai beroperasi sejak 2 bulan terakhir, Jumat (26/8/2022).

Hasil pengecekan tambang batubara yang berlokasi di Desa Surau Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah, DLH Kabupaten Bengkulu Tengah menemukan jika PT RSM belum memenuhi sejumlah syarat untuk melakukan produksi. 

Pengecekan tambang batubara dipimpin langsung Kepala DLH Kabupaten Bengkulu Tengah, Mahendra Gusti. Turun langsung ke lokasi penambangan untuk memastikan kelayakan operasi PT RSM. 

Ternyata saat dilakukan pengecekan di lapangan, PT RSM belum memiliki instalasi pengolahan air limbah, camp maupun gudang limbah B3. 

"Karena belum memenuhi persyaratan, kita sarankan kepada pihak PT RSM untuk menutup operasi sebelum menyiapkan fasilitas yang belum ada," ujar Mahendra. 

Diketahui IUP PT RSM tersebut masih aktif secara otomatis Amdal atau surat persetujuan lingkungannya juga masih aktif. 

Namun apabila ada penambahan luasan, maka harus ada berkas persetujuan lingkungan dengan dokumen baru. 

"Kalau mereka masih memutuskan untuk terus beroperasi, maka kami akan bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi. Kemudian diteruskan ke Kementerian LHK mengenai pelanggaran yang dilakukan," ungkap Mahendra. 

Terkait pemberian sanksi, diakui Mahendra pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada PT RSM, karena pihaknya hanya sebagai pengawas saja. 

Sementara itu menanggapi sejumlah temuan pengecekan DLH Bengkulu Tengah, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT RSM, Budi Herwan menjelaskan, memang saat ini seluruh fasilitas pendukung produksi belum terealisasi dan akan segera direalisasikan. 

"Untuk Ipal kita sudah ada Ipal sementara, sedangkan untuk yang permanen akan segera kita bangun dan rencananya akhir September sudah rampung," ujar Budi. 

Sedangkan untuk beberapa fasilitas lain seperti gudang penampungan limbah B3 dan camp pekerja juga akan segera dibangun. 

"Kita akan lengkapi semua secepatnya, namun kita tidak akan berhenti operasi karena kalau berhenti akan terlalu banyak dampak yang kita derita," kata Budi. 

Selain itu, Budi juga beralasan tetap dilakukannya penambangan meski disarankan berhenti oleh DLH Bengkulu Tengah karena banyak warga yang menggantungkan hidup di PT RSM. 

"Saat ini yang kerja sudah 90 orang, kalau kita kali tiga, maka akan ada sekitar 300 orang yang bisa mencari nafkah di sini," ujar Budi.

Baca juga: Kamaruddin Laporkan Lagi Ferdy Sambo CS, Bersamaan Dengan Pemeriksaan Putri Candrawathi di Bareskrim

Baca juga: Harga Sawit Stagnan, Antrean Truk Angkut TBS Sawit Sepi di Sejumlah PKS Bengkulu Selatan dan Kaur

Baca juga: Pasokan Menurun, Harga TBS Sawit di Bengkulu Tengah Naik Lagi Rp 50 tiap Kilogramnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved