Lima Gepeng Diamankan di Rejang Lebong, Modusnya Meminta untuk Bantu Keluarga Sakit

Modus yang digunakan gelandangan dan pengemis atau gepeng di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong semakin bervariasi.

Ho TribunBengkulu.com
Petugas Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong, sedang memeriksa Gepeng yang terjaring razia yustisi, di Kantor Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong, pada Jum'at (26/8/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Modus yang digunakan gelandangan dan pengemis atau gepeng di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong semakin bervariasi.

 

Ini diketahui setelah Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol-pp) Kabupaten Rejang Lebong, melakukan razia yustisi di beberapa titik lampu lalulintas di Kabupaten Rejang Lebong, pada Jum'at (26/8/2022). 


Razia yustisi dilakukan dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB bersama pihak Polsek Curup, hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah No 21 Tahun 2021 Tentang Ketertiban Umum Masyarakat Dijalan Protokol Serta Lampu Merah yang ada di kota Curup. 


"Dapat laporan dari masyarakat adanya aktivitas Gelandang dan Pengemis (Gepeng), kami tindak semuanya bada 5 orang, 2 laki-laki dan 3 perempuan," ucap Kasat pol PP Kabupaten Rejang Lebong, Akhmad Rifai, saat dihubungi Tribunbengkulu.com, pada Jum'at (26/8/2022) malam. 


Lanjut Kasat, 3 perempuan ini sebagai pengemis meminta-minta dari lampu lalulintas ke lampu lalulintas lainnya di Kota Curup. 


Saat menjalankan aksinya, ia menempel Fotocopy gambar seorang anak yang terbaring sakit di kardus sambil meminta-minta uang dengan kedok membantu keluargannya yang sedang sakit, dan butuh biaya berobat. 


"Mereka yang kami bawa ke Kantor ini tak bisa menunjukkan kartu tanda penduduknya (KTP), katanya mereka ada yang berasal dari Kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau, lalu kami kembalikan ke daerah asalnya," tuturnya. 


Kegiatan ini dilakukan, untuk menjaga ketertiban umum ini baik dari pengemis, anak jalanan, badut serta manusia silver yang kerap mangkal di sejumlah lampu lalulintas. 


Selain itu, pihaknya juga memberikan pembinaan agar tak mengulangi perbuatannya, terlebih lagi tadi petugas mendapatkan ada yang membawa senjata tajam jenis pisau. 


"Untuk pengamen dan anak-anak yang meminta, diharapkan OPD terkait dapat bekerjasama untuk mengatasi hal ini, lantaran pihak kami hanya sebatas menjaga ketertiban umum saja," tutupnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved