Pemkab Bengkulu Tengah Diminta Perhatikan Keluarga dan Para Korban Asusila Ayah Kandung Sendiri

Usai terjadinya kasus seorang ayah kandung yang merudapaksa dua anak kandung dan satu keponakan di Kabupaten Bengkulu Tengah, aktivis perempuan

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Tribunnews.com
ilustrasi asusila anak 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Usai terjadinya kasus seorang ayah kandung yang merudapaksa dua anak kandung dan satu keponakan di Kabupaten Bengkulu Tengah, aktivis perempuan di Bengkulu Tengah turut angkat bicara. 


Jumi Narti, aktivis perempuan Bengkulu Tengah menjelaskan untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah diharapkan memberikan perhatian lebih terhadap keluarga korban asusila tersebut. 


"Dalam kejadian ini, tidak hanya anak-anak yang menjadi korban, namun ibu korban tentu merasa terpukul sekali atas peristiwa ini," ujar Jumi.


Ayah kandung yang seharusnya melindungi dan menjaga anaknya agar merasa aman dan nyaman dari segala bentuk kejahatan apa lagi kejahatan seksual, justru menjadi tersangka dan membuat traumatik yang mendalam. 


"Sosok ayah ini kan memiliki dua tugas yakni menjaga dan menafkahi keluarga, namun saat ini tugas tersebut semuanya beralih kepada sang ibu," ucap Jumi. 


Melihat kesulitan yang dialami keluarga tersebut, pemerintah harus turun tangan dan hadir di tengah-tengah masyarakat terutama keluarga korban asusila. 


"harapanya agar semua pihak dapat saling bersinergi dan saling melengkapi untuk membantu keluarga korban, baik secara psikis, fisik, perlindungan sosial di masyarakat dan juga bantuan ekonomi bagi keluarga korban," ujarnya. 


Sebab dalam proses penyelidikan tersebut, tentu menyita waktu yang cukup panjang, belum lagi tekanan dari masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian yang cukup memalukan. 


"Banyak pihak yang seharusnya ikut membantu dengan cara berkoordinasi dengan kelurga dan lintas sektor, terutama pemerintah dan masyarakat sekitar kediaman keluarga korban," ungkapnya. 


Bagi tersangka, Jumi mengatakan agar dihukum seberat-beratnya agar tidak ada lagi kasus persetubuhan maupun pencabulan terhadap anak dibawah umur.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved