Antrean Truk di Bengkulu Mengular

Antrean BBM di Kota Bengkulu Mengular, Warga Sekitar SPBU Resah & Beri Tanda Truk Dilarang Parkir

Rizan (28 tahun) mengatakan pemilik warung dan toko khawatir jika badan truk menutupi pintu masuk ke toko dan menghalangi pelanggan untuk berbelanja.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Tampak antrean BBM di salah satu SPBU di Kota Bengkulu mengular, warga resah hingga memberi tanda agar truk tidak parkir depan toko mereka, Minggu (28/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU di kota Bengkulu mengular setiap harinya yang membuat warga sekitar SPBU resah.

Bahkan, warga sekitar SPBU yang mempunyai warung dan toko di sepanjang Jalan Raden Fatah dan Depati Payung Negara tampak meletakkan sesuatu tanda di depan toko mereka, seperti kursi, ban, hingga pot bunga.

Tujuannya adalah agar truk tidak parkir di depan toko dan warung tersebut.

Baca juga: Gubernur Hibah Ruas Jalan ke Pemkot Bengkulu, DPRD Kota: Prioritas Jalan Milik Pemkot Masih Punya PR

Salah satu pemilik warung di Jalan Raden Fatah, Rizan (28 tahun) mengatakan pemilik warung dan toko khawatir jika badan truk menutupi pintu masuk ke toko dan menghalangi pelanggan untuk berbelanja.

Dirinya dan pedagang lain sebenarnya tidak masalah jika ada mobil atau kendaraan parkir di depan toko atau warung mereka.

Namun, hanya parkir sebentar, dan tidak seharian seperti truk tersebut.

Baca juga: Alasan Keamanan, SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu Hentikan Sementara Penjualan Solar Bersubsidi

"Jadi, pedagang di sini memberi tanda ini, agar truk tidak parkir di depan warung," kata Rizan kepada TribunBengkulu.com, Minggu (28/8/2022).

Pantauan TribunBengkulu.com, di sejumlah SPBU, seperti SPBU Kandang, SPBU Bumi Ayu, dan SPBU Pagar Dewa, antrean truk memang masih mengular di sepanjang badan jalan hingga beberapa ratus meter dari pintu masuk SPBU, Minggu (28/8/2022).

Di SPBU Pagar Dewa, selain antre di Jalan Depati Payung Negara, antrean truk ini juga mengular hingga Jalan Raden Fatah hingga hampir ke kampus UIN FAS Bengkulu.

Penjual dan Pemain Higgs Domino di Bengkulu Ditangkapi Polisi, Ini Pandangan Kriminolog Unib

Antrean truk dan kendaraan ini membuat jalan badan menyempit, dan menghalangi arus lalu lintas. Di Jalan Raden Fatah, kondisi ini diperparah dengan adanya Pasar Pagar Dewa, sehingga di waktu-waktu tertentu, timbul kemacetan di titik ini.

Untuk diketahui, beberapa SPBU di Kota Bengkulu tidak lagi melayani penyaluran BBM solar bersubsidi jenis biosolar. SPBU tersebut antara lain SPBU KM 8 dan SPBU KM 6,5.

SPBU KM 8 sendiri sampai saat ini belum beroperasi pasca terbakar pada Senin (22/8/2022) lalu.

Sementara, SPBU KM 6,5 menghentikan penjualan biosolar dengan alasan keamanan pasca keributan para sopir truk.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved