Pembunuhan Brigadir Yosua

Sosok D Ajudan Ferdy Sambo Pernah Ancam Brigadir J, Kuasa Hukum: Harusnya Jadi Tersangka

Pasalnya, D diduga telah memberikan ancaman kepada Brigadir J pada Selasa (21/6/2022).

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa/Facebook/Roslin Emika
Foto Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri, bersama para ajudannya, tampak Brigadir J dan Bharada E dalam foto tersebut. Sosok Brigadir D ajudan eks Kadiv Provam Irjen Ferdy Sambo pernah ancam Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J sebelum pembunuhan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Brigadir D ajudan eks Kadiv Provam Irjen Ferdy Sambo pernah ancam Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J sebelum pembunuhan di rumah dinas Ferdy Sambo 8 Juli 2022 lalu.

Martin Simanjuntak, pengacara Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, menilai ajudan Ferdy Sambo yang berinisial D itu seharusnya menjadi tersangka.

Pasalnya, D diduga telah memberikan ancaman kepada Brigadir J pada Selasa (21/6/2022).

"Sehubungan dengan peristiwa yang kami dasarkan dari keterangan saksi, saksi mengatakan bahwa tanggal 21 Juni almarhum ini sudah memulai merasa insecure dan disitu almarhum sudah merasa ada semacam ancaman yang dilakukan oleh sesama ajudan dengan inisial D. D inilah yang menurut kami di awal harusnya dia yang jadi tersangka," kata Martin dikutip dari Kompas tv, Minggu (28/8/2022).

Martin sebagai kuasa hukum memang mempertanyakan status ajudan Ferdy Sambo yang berinisial D.

Baca juga: Putri Candrawathi Cek Kesehatan Sebelum Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Brigadir J

Namun, pihaknya tetap akan menunggu hasil penyidikan terkait ajudan yang berinisial D.

"Kenapa kalau sampai saat ini belum jadi tersangka tentunya kan kalau untuk menetapkan tersangka harus ada dulu peristiwa pidananya. Lalu peristiwa pidana itu harus dikuatkan dengan dua alat bukti. Nah ini mungkin yang yang belum kearah sana, sehingga si D ini belum bisa ditetapkan sebagai tersangka," lanjut Martin.

Martin juga berharap ada kepastian hukum terkait status ajudan D ini.

"Tapi yang saya dengar (ajudan) D ini dijadikan saksi, nah kita juga melihat kualitas dari kesaksiannya nanti dan apa perannya, apakah terlibat atau tidak, tapi yang pasti kami hanya mau kepastian hukum.Kalaupun memang dia tidak terlibat, ya tidak apa-apa, berarti memang tidak terlibat. Tapi kalau dia terlibat, dan tidak diikutsertakan, ini kan tidak adil juga untuk tersangka yang lain," kata Martin.

Satu-satunya Ajudan Ikut Sambo ke Jakarta

Sosok Brigadir D atau Brigadir Deden yang menemani eks Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo ke Jakarta sebelum kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022 lalu.

Berbeda dengan ajudan lainnya, Brigadir Deden menjadi satu-satunya ajudan Ferdy Sambo yang ikut bersama sang jenderal dari Yogyakarta ke Jakarta mengggunakan pesawat.

Brigadir Deden tak bersama Putri Candrawathi maupun para ajudan lain yang pulang ke Jakarta dari Magelang dengan menggunakan jalur darat pada Jumat (8/7/22022) atau di hari kematian Brigadir J.

Baca juga: Ekspresi Polwan yang Mengusap Air Mata Usai Ferdy Sambo Dipecat di Ruang Sidang Etik Jadi Sorotan

Pasalnya, Brigadir Deden pulang lebih dulu bersama Ferdy Sambo pada Kamis (7/7/2022) dengan menggunakan pesawat dari Yogyakarta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved