Tak Cukup Bukti, Polisi Lepaskan Pasangan Kekasih Diduga Mucikari dan PSK di Bengkulu Selatan

Belum cukup bukti, polisi memilih melepas pasangan kekasih diduga mucikari dan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Bengkulu Selatan.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Dua pemuda yang diduga sebagai mucikari dan diduga menjadikan pacarnya sendiri sebagai PSK dengan menawarkan sang pacar melalui aplikasi MiChat saat menjalani pemeriksaan di Polres Bengkulu Selatan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Belum cukup bukti, polisi memilih melepas pasangan kekasih diduga mucikari dan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Bengkulu Selatan yang sempat diamankan di Polres Bengkulu Selatan.

Hal itu berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Bengkulu Selatan terhadap dua perempuan diduga PSK berinisial LP (18) Warga Kecamatan Pino dan La (22) warga Kota Bengkulu. Serta pasangan prianya diduga mucikari Re (17) warga Kecamatan Pasar Manna dan Ri (22) warga Seluma.

Bukti yang didapatkan, hanya berbentuk chat tawar menawar dan pengakuan dari Re diduga sebagai mucikari. Untuk memenuhi unsur pidana prostitusi, harus disertai dengan pelanggan yang diketahui, bukan hanya ada PSK dan mucikari saja.

Sementara saat diamankan kedua pasangan kekasih yang diduga memiliki pekerjaan sampingan sebagai mucikari dan PSK, hanya kedapatan sedang ngamar saja.

Untuk itu polisi akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Karena bukti yang didapat saat di TKP penggerebekan belum cukup untuk memenuhi unsur pidana.

Pasangan kekasih ini digerebek polisi saat asyik ngamar di salah satu hotel di Jalan Raya Slipi Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis (25/8/2022) malam.

Polisi baru melakukan pembinaaan terhadap dua pasang kekasih, yaitu LP dan Re serta La dan Ri. Keempatnya diminta wajib lapor.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago membenarkan jika dua orang perempuan dan dua laki-laki yang sempat diamankan polisi saat patroli Sat Samapta Polres Bengkulu Selatan sudah dilepas.

Meskipun dilepas, namun tidak serta merta mereka dapat bebas berkeliaran karena masih dalam pemantauan dan wajib lapor sampai selesai gelar perkara. Selama satu pekan, mereka wajib lapor sebanyak dua kali.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved