Antrean BBM di Bengkulu Selatan Mulai Normal, Warga Tak Setuju Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi

Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai normal kembali, Senin (29/8/2022). 

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Antrean kendaraan BBM subsidi di Bengkulu Selatan mulai normal. Hari ini, Senin (29/8/2022) antrean di SPBU Bengkulu Selatan terlihat tidak begitu panjang hingga mengular kiloan meter. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai normal kembali, Senin (29/8/2022). 

Pembelian BBM subsidi di SPBU Kabupaten Bengkulu Selatan pun sudah beberapa hari ini dibatasi sejak keluarnya Surat Edaran (SE) Bupati Bengkulu Selatan tentang pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Pantauan TribunBengkulu.com, antrean kendaraan di sejumlah SPBU hari ini Senin (29/8/2022) mulai teratur dan tidak mengular lagi.

Manajer SPBU Tanjung Raman, Radius mengungkapkan antrean kendaraan di SPBU Tanjung Raman memang sudah beberapa hari yang lalu mulai teratur dan kondusif, serta menjelang normal kembali.

"Sejak edaran dan aturan turun, kami langsung menerapkan dan memberlakukannya. Kini dapat dilihat antrean kendaraan mulai sepi atau kembali pendek lagi. Tidak seperti sebelumnya panjang mengular hingga kiloan meter," ujar Radius kepada TribunBengkulu.com, Senin (29/8/2022).

Menurutnya sudah seharusnya antrean tidak mengular karena kuota BBM subsidi baik solar ataupun pertalite tidak ada pengurangan dari Pertamina.

Untuk BBM solar ada kuota 8 ton per hari dan jenis pertalite sebanyak 16 ton per hari.

Kenapa sampai terjadi antrean panjang? diperkirakan karena ada kepanikan masyarakat atas wacana pemerintah yang akan menghapuskan BBM subsidi dan wacana kenaikan harga BBM subsidi.

Menyebabkan warga panic buying yang ketika melihat antrean panjang lalu ikut-ikutan antre meskipun belum terlalu membutuhkan BBBM. Sehingga menyebabkan antrean mengular.

Warga Bengkulu Selatan Dani mengungkapkan ketidaksetujuannya jika wacana penghapusan BBM subsidi atau wacana kenaikan harga BBM subsidi direalisasikan.

Ia berharap wacana itu tidak sampai terjadi, karena banyak pertimbangan akibat dari kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut.

"Jika naik dan dihapuskan BBM bersubsidi, saya selaku pengguna sangat tidak setuju. Dengan beralihnya atau harga naik, maka otomatis harga-harga lainya juga ikut naik. Karena pengaruh kenaikan harga barang tergantung dengan besar kecilnya ongkos transportasi itulah," kata Dani.

Baca juga: Harga Emas di Bengkulu Hari Ini Turun, Cek Daftar Harga Emas Antam dan UBS 0,5 Gram - 1 Kg

Baca juga: Waiting List Haji di Kota Bengkulu hingga 30 Tahun, Cek Daftar Tunggu Haji Kabupaten/Kota Lengkap

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved