Banjir Bengkulu Hari Ini

Estimasi Anggaran Penangan Banjir Agar Kota Bengkulu Tak Terendam Lagi Capai Rp 1 Triliun

Persoalan banjir di Kota Bengkulu menjadi fokus dalam pembahasan anggaran di APBD perubahan 2022 ini.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Warga saling membantu untuk mengevakuasi barang barang nya akibat banjir di jalan Kopri Raya Bentiring Kota Bengkulu, Selasa (30/8/2022). Anggota DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan estimasi untuk penanganan banjir di Kota Bengkulu ini untuk keseluruhannya, ditaksir mencapai Rp 1 triliun. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Persoalan banjir di Kota Bengkulu menjadi fokus dalam pembahasan anggaran di APBD perubahan 2022 ini.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan estimasi untuk penanganan banjir di Kota Bengkulu ini untuk keseluruhannya, ditaksir mencapai Rp 1 triliun.

"Kalau dihitungan kita untuk penanggulangan banjir itu sekitar Rp 1 triliunan. Makanya itu kita lakukan secara bertahap. APBD perubahan kita minta untuk membuat perencanaan terhadap penanggulangan banjir di Kota Bengkulu, " kata Teuku, Selasa (30/8/2022).

Memang perhatian utama di 2023 nanti, adalah penanganan banjir.

Namun, untuk perencanaan teknisnya masih dalam pembahasan.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem: dari Bencana Banjir dan Longsor hingga Jalan Ambles di Kaur

Menurut Teuku, untuk atasi banjir ini maka perlu adanya penghubung seluruh saluran drainase Kota Bengkulu.

Nantinya, akan dibangun yang namanya jaringan drainase tersier, sekunder, primer. Tersier ini adalah drainase yang ada di perumahan, pemukiman.

Pembangunan sekunder, itu jaringan drainase besar, misalnya siring, parit, waduk besar, sedangkan yang primernya ini laut dan sungai.

Baca juga: Langganan Banjir Bengkulu, Warga Terdampak Minta Pemerintah Carikan Solusi Jangka Panjang

"Kan selama ini tidak terhubung, itu terputus. Misalnya di perumahan, itu terputus. Jadi airnya hanya ada di perumahan itu, tidak ke jaringan sekunder atau primer. Nah ini yang harus dilakukan," tukasnya.

Kemudian di area pemukiman, lanjutnya, yang ada fasilitas umum. Jika memungkinkan pihaknya membuat waduk. Mengingat tidak memungkinkan untuk membeli lahan untuk waduk, jika melihat skema anggaran pemda Kota Bengkulu.

"Ya jelas itulah kita berfokus dengan penanganan banjir. Kalau drainase ini sudah saling terhubung, mudah mudahan berkurang banjir itu. Yang kita pikirkan tentang banjir ini, bukan hanya banjir lokal ya, " imbuhnya.

Namun untuk menangani bajir kiriman dari daerah lain seperti dari Benteng dan Kepahiang.

Maka harus dilakukan secara bersamaan. Baik pemerintah kota,provinsi, dan pusat.

Baca juga: Banjir Rendam 2 Kecamatan di Kota Bengkulu, 1.126 KK Terdampak

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved