Banjir di Bengkulu

Anak Sakit dan Tak Mau Keluar Rumah, Nenek 77 Tahun di Kota Bengkulu Enggan Mengungsi dari Banjir

Seorang nenek berumur 77 tahun di Kota Bengkulu, Zuhariah enggan mengungsi meski banjir merendam rumahnya di RT 09 Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkul

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Nenek Zuhariah (77 tahun) kembali menerobos banjir untuk pulang ke rumahnya di RT 09 Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu usai meminta obat ke posko kesehatan yang dibuat Puskesmas Sukamerindu di lokasi banjir. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang nenek berumur 77 tahun di Kota Bengkulu, Zuhariah enggan mengungsi meski banjir merendam rumahnya di RT 09 Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu.

Nenek Zuhariah warga terdampak banjir Bengkulu enggan mengungsi karena seorang anaknya menderita gangguan jiwa yang berumur 47 tahun. Anak nenek Zuhariah ini tidak ingin keluar rumah.

"Itulah nenek tak mengungsi, ado anak cacat tu di rumah, dio dak mau keluar," kata Zuhariah kepada TribunBengkulu.com, Rabu (31/8/2022).

Nenek Zuhariah sendiri menyebutkan rumahnya terendam banjir cukup tinggi. Dirinya dan sang anak bertahan di tempat tinggi dalam rumah yang tidak terendam banjir.

Sejak banjir melanda pada Selasa (30/8/2022) kemarin, mereka bertahan di dalam rumah. Untuk minum, mereka menggunakan air ledeng yang tak tercemar banjir.

Sementara, untuk makan, setiap harinya diantar oleh anaknya yang lain.

Barulah pada Rabu (31/8/2022) siang, Zuhariah keluar rumah menembus banjir, demi mendapatkan obat-obatan di posko kesehatan.

"Baru inilah keluar. Ini minta obat. Ada obat batuk, obat gatal," ujar Nenek Zuhariah.

Akibat banjir yang melanda sejak Selasa  (30/8/2022) kemarin, warga RT 08 RW 02 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek. 
Akibat banjir yang melanda sejak Selasa  (30/8/2022) kemarin, warga RT 08 RW 02 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek.  (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

Banjir di RT 09 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu sendiri disebutkan mencapai ketinnggian 2,5 hingga 3 meter.

Warga terdampak banjir Bengkulu ini sebagian mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Kemudian, banyak juga yang bertahan dan mengungsi di pinggir jalan.

"Kalau yang mengungsi, kita tidak bisa memprediksi," kata Lurah Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Rendra Prajadinata kepada TribunBengkulu.com, Rabu (31/8/2022).

Hingga Rabu siang ini (31/8/2022), masih ada 4 RT yang terendam banjir. Titik terparah banjir ada di RT 09 dan RT 08.

Dari 4 RT tersebut, ada 166 KK dengan 403 warga yang rumahnya terendam banjir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved