Demo HMI di Bengkulu

BREAKING NEWS: Ricuh Saling Dorong Demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu, Pendemo Terluka

Demo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tolak kenaikan harga BBM di DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/2022), ricuh.

Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Demo massa HMI tolak kenaikan harga BBM di DPRD Provinsi Bengkulu, ricuh diwarnai aksi dorong mendorong massa dengan polisi, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Demo massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tolak kenaikan harga BBM di DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/2022), ricuh.

Pantauan TribunBengkulu.com, demo massa HMI tolak kenaikan harga BBM yang awalnya berjalan kondusif, menjadi tak terkendali setelah massa demo HMI tolak kenaikan harga BBM memaksa masuk ke dalam DPRD Provinsi Bengkulu.

Awalnya terjadi aksi dorong mendorong di depan pagar kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Namun aksi dorong mendorong ini terhenti setelah massa demo HMI tolak kenaikan harga BBM mendapat izin masuk ke halaman kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Kericuhan kembali terjadi  antara massa dengan polisi saat massa HMI demo tolak kenaikan harga BBM memaksa masuk ke dalam gedung. Bukan hanya perwakilan saja yang masuk.

Aksi dorong mendorong antara massa HMI dengan polisi tak terelakan. Bahkan untuk memundur paksa massa demo, polisi terpaksa sampai mengayunkan pentungan ke arah massa sembari mendorong mundur mahasiswa.

Salah satu pendemo diketahui mengalami luka di bagian kepala hingga darah mengalir dari atas kepala ke wajah.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, aksi demo HMI tolak kenaikan harga BBM mulai dilaksanakan pada pukul 13.45 WIB, dipusatkan di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Dari hasil koordinasi yang sebelumnya mereka lakukan, diperkirakan ada 1.000 orang massa yang akan ikut aksi demo pada siang hari ini.

Demo Ricuh HMI2
Tangkapan layar aksi video aksi demo massa HMI tolak kenaikan harga BBM di DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/2022).

Terpantau hanya ada sekitar 100 orang peserta demo mahasiswa dari berbagai kampus di Bengkulu yang mengikuti aksi pada siang hari ini.

Massa sendiri membawa peralatan berupa pengeras suara dan juga beberapa atribut demonstrasi seperti spanduk, poster dan atribut HMI seperti bendera dan yang lainnya.

Pada aksi demo ini massa menginginkan bertemu dengan DPRD Provinsi Bengkulu sebagai perwakilan suara dari masyarakat.

Pada intinya mereka ingin menegaskan bahwa mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, terutama BBM bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu.

Karena dampak dari kenaikan harga BBM dinilai akan menyengsarakan masyarakat kecil.

"Kita ingin masuk semua ketemu Anggota DPRD, bukan hanya perwakilan saja. Kita juga sudah menyiapkan naskah kajian terkait dampak yang akan ditimbulkan apabila BBM ini dinaikkan harganya," ujar Koordinator Aksi, Rafindo.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved