Demo HMI di Bengkulu

Massa Aksi Demo HMI Bengkulu Merasa Tak Puas, DPRD Bengkulu Bantah Ada Deadlock saat Temui Mahasiswa

Meski telah bernegoisasi dengan anggota DPRD Bengkulu, massa yang merasa tidak puas menyatakan akan kembali melakukan aksi.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Ketua Komisi II DPRD Bengkulu, Jonaidi, SP saat diwawancarai TribunBengkulu.com usai aksi demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu, pada Rabu (31/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Aksi demo HMI di DPRD Bengkulu berakhir tanpa kesepakatan, pada Rabu (31/8/2022) pukul 16.45 WIB massa kemudian secara perlahan-lahan membubarkan diri.

Meski telah bernegoisasi dengan anggota DPRD Bengkulu, massa yang merasa tidak puas menyatakan akan kembali melakukan aksi.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Bengkulu, Jonaidi membantah jika ada deadlock saat berdiskusi dengan massa.

Jonaidi mengatakan pihaknya memahami mengapa massa menolak kenaikan harga BBM, dan menyuarakannya melalui DPRD.

Aksi demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/2022) ricuh.
Aksi demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/2022) ricuh. (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

Namun, saat massa meminta agar 45 orang anggota DPRD Bengkulu hadir saat menerima aspirasi, hal itu dianggap tidak mungkin.

"Teman-teman (anggota DPRD Bengkulu) saat ini sebagian sudah di daerah. Apalagi sekarang banjir dimana-mana," kata Jonaidi kepada TribunBengkulu.com.

Dalam aksi ini, pihak DPRD juga menyatakan aspirasi massa akan didengar dan akan disampaikan ke pemerintah pusat.

4 Mahasiswa Terluka

Empat orang massa aksi dilaporkan terluka saat aksi demo HMI Bengkulu di DPRD Bengkulu, Rabu (31/8/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved