Bupati Bengkulu Tengah Disomasi, Keluarga ASN Tewas Kecelakaan Usai Kunker Ungkap Ada Kejanggalan

Keluarga ASN Bengkulu Tengah yang tewas dalam kecelakaan tunggal dalam perjalanan pulang usai kunker melayangkan somasi ke Bupati Bengkulu Tengah.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Keluarga korban didampingi pengacara saat melakukan konferensi pers terkait penyampaian somasi terhadap Bupati dan Kadisperindagkop Bengkulu Tengah, Kamis (1/9/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Keluarga ASN Bengkulu Tengah yang tewas dalam kecelakaan tunggal dalam perjalanan pulang usai Kunjungan Kerja (Kunker) melayangkan somasi kepada Bupati Bengkulu Tengah.

Tak hanya Bupati Bengkulu Tengah disomasi, namun keluarga juga melayangkan somasi terhadap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop).

Keluarga korban kecelakaan melalui pengacaranya mengungkapkan terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa kecelakaan tunggal yang menimpa empat ASN Bengkulu Tengah. Termasuk korban tewas Tengku Hari Rudini, ASN di Dinas Perindagkop Bengkulu Tengah .

Sejumlah kejanggalan dalam kecelakaan tersebut menyebabkan keluarga melayangkan somasi kepada Bupati Bengkulu Tengah dan kepala dinas tempat korban bekerja yakni ASN di Disperindagkop Bengkulu Tengah.

Tengku Hari Rudini yang merupakan Kasubag Keuangan Disperindagkop Bengkulu Tengah diinformasikan sebelumnya merupakan sopir kendaraan yang mengalami kecelakaan, namun hal tersebut dibantah oleh pihak keluarga.

"Dari foto terlihat jelas, korban ini tidak ada luka di wajahnya. Hanya ada luka memar dibagian dada dan patah tulang dibagian kaki, tetapi ditemukan bercak darah pada air bag sopir. Nah darah itu punya siapa, sedangkan korban tidak ada luka di wajahnya," kata Anathasya Pase pengacara keluarga korban, Kamis (1/9/2022).

Tidak hanya itu, hingga kabar somasi hari ini mencuat, rekan-rekan korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut tidak mengembalikan barang-barang korban kepada pihak keluarga.

"Baik itu tas dan dompet korban hingga saat ini belum juga dikembalikan, saat ditanya juga rekannya ini saling lempar dan tidak ada yang mau mengaku," jelas Anathasya.

Setelah lima hari pascakejadian, pihak keluarga pun tak kunjung mendapatkan klarifikasi terkait kronologi kejadian baik dari rekan-rekan korban maupun kepala dinas tempat korban bekerja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved