Dampak Banjir di Bengkulu, Pedagang Keluhkan Harga Sayuran Naik tapi Kualitas Menurun

Banjir yang terjadi di sejumlah daerah Bengkulu juga berdampak dengan kualitas sayuran yang dipasok untuk pasar-pasar di Kota Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Harga sayuran di Kota Bengkulu naik karena banjir. Membuat pedagang tidak berani stok banyak sayuran untuk dijual karena kualitas sayuran menurun, Kamis (1/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banjir yang terjadi di sejumlah daerah Bengkulu juga berdampak dengan harga dan kualitas sayuran yang dipasok untuk pasar-pasar di Kota Bengkulu.

Salah satu penjual sayur di Pasar Panorama Bengkulu, Tiarmah Sinja menceritakan jika kualitas dari sayuran yang ia dapat saat banjir tidak sebagus biasanya.

Hal ini, dikarenakan lamanya durasi antar sayur hingga tiba di Kota Bengkulu memakan waktu lebih dari hari biasanya. Ini juga dipengaruhi banjir, yang membuat macet di akses jalan kabupaten menuju ke Kota Bengkulu.

"Harganya jadi naik, modalnya kita juga perlu lebih besar ya. Ya tapi kualitas sayur buruk, ini saja sudah kita sortir. Karena kan waktu perjalanannya lebih lama, karena banjir ini," kata Tiarmah, Kamis (1/9/2022).

Lantaran harga sayuran naik, maka Tiarmah pun harus memutar otak agar tetap mendapatkan untung. Namun, bisa diterima oleh para pembeli. Apalagi karena umur dari sayur per ikatnya tidak lebih dari dua hari.

"Pembeli juga banyak yang protes dari kondisi sayur ini. Tapi ya dari gudangnya juga kondisinya seperti ini," sesal Tiarmah.

Untuk harga sayur perikatnya, kenaikan harganya bisa mencapai Rp 1000-1500 ribu per ikat.

Misalnya, untuk bayam saat ini paling murah Rp 3500 per ikat. Padahal sebelumnya itu, sekitar Rp 1500-2000 per ikatnya.

Baca juga: Isu BBM Naik per 1 September, Antrean di SPBU Bengkulu Selatan Mengular, Berikut Harga Terbaru BBM

Baca juga: Pasokan Sawit di Bengkulu Tengah Masih Rendah, Harga TBS Sawit Belum Naik Lagi

"Yang penting lakulah, jadi balik modal. Usaha kita ya cuma ini, jualan sayur di sini," jelas Tiarmah.

Berbeda dengan sayuran, untuk harga ayam potong mengalami penurunan. Ani, penjual ayam potong mengatakan harga ayam potong hari ini, Rp 32 ribu per kilogram.

"Kalau ini agak turunlah, Rp 32 ribu per kilogramnya. Tapi ya gitulah untuk pembelinya masih sepi, " jelas Ani.

Dengan harga ayam saat ini, lanjut Ani, membuat harus berpikir agar meminimalisir kerugian.

Meskipun harga ayam potong ini turun, namun jumlah konsumen yang ia dapat masih minim.

Sama halnya dengan harga ayam potong, untuk harga cabai juga mengalami kenaikan. Yang saat ini per kilogramnya diangka Rp 80 ribu.

"Ini naik lagi harga cabai merah, Rp 80 ribu per kilogram. Kemarin kan sempat Rp 65 ribu per kilogram," kata penjual cabai, Siti.

Melihat tingginya ongkos yang dirogoh untuk modal jualan cabai ini. Mengharuskan Siti untuk meminimalisir stok cabai, sehingga tiap harinya tidak ada sisa. 

Terlebih lagi pembelian cabai ini agak lesu sehingga modal jualan pun lebih besar dikeluarkan. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Jembatan Ambles di Rejang Lebong, Tiga Warga Terjun ke Sungai

Baca juga: Pascabencana Banjir, Warga Desa Genting di Bengkulu Tengah Kesulitan Air Bersih

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved