Banjir di Bengkulu

Bukan Luapan Sungai Bengkulu, Jalan Dharma Wanita Terendam Banjir Kiriman dari Perumahan Warga

Sejak Kamis sore (1/9/2022), Jalan Dharmawanita, Sidodadi Bentiring Permai Kota Bengkulu terendam banjir.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarini/TribunBengkulu.com
Sejumlah jalan di Kota Bengkulu terendam banjir. Salah satunya Jalan Dharma Wanita Bentiring terendam akibat banjir kiriman dari perumahan, Jumat (2/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak Kamis sore (1/9/2022), Jalan Dharma Wanita, Sidodadi Bentiring Permai Kota Bengkulu terendam banjir. Hal ini akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak Selasa (30/8/2022).

Ketua RT 1, Kelurahan Bentiring, Mahmud Hasan menjelaskan genangan banjir  di Jalan Dharma Wanita bukan dikarenakan luapan air Sungai Bengkulu, namun karena kiriman air dari perumahan Bentiring.

"Mulai kemarin sore jalan ini tergenang (terendam banjir). Bukan air sungai yang naik lo, inikan air hujan. Sungai itu sudah surut, tapi air dari Perumahan Bentiring Permai 3, dan Perumahan Bentiring 2. Lari air tu ke sini," ungkap Mahmud, Jumat (2/9/2022).

Hal ini diperparah, lanjut Mahmud, dengan buruknya drainase di Jalan Dharma Wanita ini. Yang mana gorong-gorong di sana tidak bisa menahan tinggi debit air. Ditambah dengan curah hujan deras, sejak sore kemarin.

"Mana permasalahan di jalan ini masih gorong-gorong. Gorong-gorongnya kecil, tapi debit air besar. Harapan kami di sini jangan lagi buat gorong-gorong kecil, besarkan," jelas Mahmud.

Sementara itu, ia menjelaskan topografi wilayah tersebut merupakan rawa dan tumbuhan. Sehingga, kurang efektif dilintasi kendaraan yang bermuatan besar.

"Posisinya ini rawa, bebannya berat makanya ini agak turun," ucap Mahmud.

Untuk itu, ia berharap agar kondisi di Jalan Dharma wanita ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Dikarenakan jalan ini merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, ia berharap agar ada perbaikan Jalan Dharma wanita ini pada APBD perubahan 2022 ini.

"Harapan kami ini bisa ditinggikan lagi. Jadi semisalnya hujan lebat lagi, di sini tidak tergenang. Bisa jadi alternatif jalan yang bisa dilalui bila terjadi banjir.

Ia pun mengimbau bagi warga yang hendak melewati jalan ini, harus berhati-hati. Dan mengurangi kecepatan kendaraan, baik untuk sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

"Kalau kencang kencang kelak (nanti, red) jatuh, motor juga harus hati hati, inikan dalam kena mesin mati motor tu," ucap Mahmud.

Irna, salah satu pengendara motornya mogok mengatakan menyesal sudah nekat menerebos genangan banjir di Jalan Dharma Wanita ini. Alhasil, motor beat miliknya mati mesin.

"Ya kami kan buru-buru, jadi langsung terobos aja. Ya gini mati motornya. Bagi yang lain, slow saja bawa motor, biar tidak seperti kami. Kondisi jalan juga licin, hati hati lah," pesan Irna. 
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved