Banjir Bengkulu

Penanganan Banjir di Rejang Lebong, Bupati Akui Pemda Belum Ada Anggaran

Banjir yang terjadi sejak Rabu (31/8/2022) itu setidaknya menyebabkan sebanyak 17 KK (kepala keluarga) yang terdampak.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Bupati Rejang Lebong, Syamsul Efendi saat melihat kondisi rumah warga yang terdampak banjir akibat aliran sungai yang meluap, di Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara, pada Jumat (2/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Dalam penanganan banjir akibat luapan air sungai, di Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, bupati akui pemda belum ada anggaran.

Banjir yang terjadi sejak Rabu (31/8/2022) itu setidaknya menyebabkan sebanyak 17 KK (kepala keluarga) yang terdampak.

Warga setempat meminta solusi dari pemerintah untuk membuat pelapis tebing dan pengerukan sungai.

Bupati Rejang Lebong, Syamsul Efendi menjelaskan, saat ini pihaknya belum memiliki anggaran untuk pembangunan pelapis tebing tersebut.

"Kami belum bisa pastikan melakukan pengerukan sungai itu," kata Syamsul, pada Jumat (2/9/2022)

Menurutnya, anggaran APBD-P Pemerintah kabupaten Rejang Lebong sudah di ketok palu dan hal ini yang membuat pihaknya tidak ada anggaran.

Baca juga: Cerita Korban Banjir di Rejang Lebong yang Harus Tidur di Langit-langit Rumah dengan Balok Kayu Sisa

Ia juga mengingatkan kepada warga yang terdampak banjir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras.

"Dalam hal ini kami tetap berusaha mencari anggaran mungkin dari dana DAK atau anggaran yang lain, dan kami juga berupaya membuat program untuk nanti aliran sungai ini dapat menampung air," tutupnya.

Dalam kesempatan itu juga, Syamsul meberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir seperti sembako dan uang tunai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved