Pengedar Narkoba di Rejang Lebong Digerebek saat Sedang Tidur, 9 Paket Sabu Ikut Diamankan 

Tim Macan Suban Satresnarkoba Polres Rejang Lebong mengamankan satu orang pengedar narkoba jenis sabu di Kabupaten Rejang Lebong. 

Panji/TribunBengkulu.com
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Rejang Lebong, Jumat (2/9/2022). Pelaku pengedar narkoba insial MP (43) warga Kelurahan Karang Anyar dan barang bukti 9 paket sabu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Tim Macan Suban Satresnarkoba Polres Rejang Lebong, mengamankan satu orang pengedar narkoba jenis sabu di Kabupaten Rejang Lebong

"Pelaku (pengedar narkoba) berinisial MP (43) warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur. Selain mengedarkan sabu, pelaku sehari-hari bekerja sebagai butuh harian lepas," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan, dalam konferensi pers, di Mapolres Rejang Lebong, Jumat (2/9/2022). 

Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat adanya transaksi narkoba di Kelurahan Karang Anyar, pada Kamis (1/9/2022). 

Lalu polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, dari hasil penyelidikan itu polisi mendapatkan ciri-ciri dan nama dari pelaku. 

Berbekal informasi ini, polisi langsung menuju rumah pelaku. Polisi melakukan pengintaian di rumah pelaku sejak pukul 05.00 WIB. 

"Sekitar pukul 05.40 kami langsung menggerebek rumah pelaku yang saat itu sedang tertidur. Kami langsung melakukan penggeledahan, dan menemukan barang yang diduga sabu itu di dalam kotak rokok dan kotak plastik berwarna biru," ujar Kasat Resnarkoba Polres Rejang Lebong, Iptu Cahya Prasada Tuhuteru. 

Lalu pelaku dibawa ke Mapolres Rejang Lebong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan pelaku sudah memulai mengedarkan barang haram itu sejak 3 minggu terakhir. 

Pengakuan pelaku, dirinya mengambil barang haram itu dengan salah seorang bandar berinisial R. Mereka bertemu di Simpang Bukit Kaba untuk mengambil barang haram itu. 

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, seperti 9 paket kecil sabu siap edar, satu set alat hisap sabu, 1 unit handphone, 2 kotak yang digunakan untuk menyimpan sabu, serta uang tunai sebesar Rp 879.000.

Atas perbuatan pelaku polisi menyangkakan Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun penjara, maksimal 12 Tahun dan denda minimal Rp 800 juta, maksimal Rp 8 miliar.

Baca juga: Butuh Bantuan, Anak-anak Korban Banjir di Bengkulu Turun ke Jalan Minta Sumbangan

Baca juga: 4 Kecamatan Terdampak Banjir di Kota Bengkulu, Rumah 1.970 Kepala Keluarga (KK) Terendam

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved