Sungai Meluap, 292 Petani di Bengkulu Selatan Gagal Panen, Kerugian Hampir 1 Miliar

Sebanyak 292 petani di Bengkulu Selatan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1 miliar akibat lahan pertanian atau perkebunan mereka dihantam banjir.

Ho/TribunBengkulu.com
Kebun jagung petani gagal panen karena rusak dihantam banjir luapan sungai. Dinas Pertanian Bengkulu Selatan mendata ada 292 petani di Bengkulu Selatan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1 miliar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sebanyak 292 petani di Bengkulu Selatan mengalami kerugian hingga hampir Rp 1 miliar akibat lahan pertanian atau perkebunan mereka dihantam banjir luapan sungai.

Data yang telah masuk di Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, kejadian banjir yang membuat kerugian bagi petani di Bengkulu Selatan hampir terjadi di seluruh kecamatan. Tersebar di 9 kecamatan dari 11 kecamatan di Bengkulu Selatan.

Dengan lahan seluas 173,72 hektar yang terdiri dari tanaman jagung, cabe, tomat, sayur, kacang dan semangka. Kerugian akibat banjir luapan sungai ditaksir mencapai Rp 865 juta.

Menindaklanjuti banyak petani mengalami gagal panen, Wakil Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin mengatakan hari ini mereka langsung melakukan rapat untuk mencari solusi atas musibah yang dilanda masyarakat saat ini.

"Data semua sudah saya minta oleh dinas-dinas terkait. Hari ini juga akan segera dilakukan rapat usai paripurna nanti. Pastinya kita akan mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada para petani yang terdampak," kata Rifai kepada TribunBengkulu.com, Jumat (2/9/2022).

Untuk diketahui, kemarin bersama rombongan Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah juga melakukan pertemuan, dan melakukan pembahasan terhadap bencana alam yang sedang melanda Provinsi Bengkulu, bersama Badan Nasional Penangulangan Bencana atau BNPB.

Sangat diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut Kepala BNPB dapat melirik kejadian yang melanda Provinsi Bengkulu saat ini.

Informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, tidak hanya lahan pertanian banyak gagal panen dan rusak akibat aliran sungai meluap tapi juga banyak kerusakan kolam ikan di daerah Kecamatan Seginim dan Air Nipis.

Bahkan setiap pemilik kolam, harus menderita kerugian mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.

Baca juga: Warga Dilarang Tangkap Ikan Pelus atau Sidat di 6 Lokasi Aliran Sungai Bengkulu Selatan Ini

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved