Warga Dilarang Tangkap Ikan Pelus atau Sidat di 6 Lokasi Aliran Sungai Bengkulu Selatan Ini

Masyarakat kedepannya dilarang menangkap ikan pelus atau sidat di 6 titik lokasi sungai yang ada di Bengkulu Selatan.

Ho/TribunBengkulu.com
Tim KKP RI didampingi DKP Bengkulu Selatan saat meninjau aliran sungai di Bengkulu Selatan yang dijadikan tempat pelarangan penangkapan ikan sidat atau pelus. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Masyarakat kedepannya dilarang menangkap ikan pelus atau sidat di 6 titik lokasi sungai yang ada di Bengkulu Selatan.

Larangan penangkapan ikan pelus atau sidat oleh Pemkab Bengkulu Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bengkulu Selatan dalam rangka untuk pengembangan atau budidaya ikan pelus atau sidat di area sungai dan kolam.

Larangan penangkapan ikan pelus atau sidat di 6 titik lokasi ini alasannya karena menjadi tempat berkembang biak sidat atau pelus terbanyak.

Kepala Dinas Perikanan, Santono mengungkapkan kedepanya masyarakat tidak bisa lagi menangkap secara bebas ikan pelus atau sidat di lokasi yang sudah ditentukan.

"Iya sudah final ada 6 titik aliran sungai yang tidak boleh dilakukan penangkapan secara bebas lagi. Tapi belum diterapkan, karena aturan masih disusun," kata Santono kepada TribunBengkulu.com, Jumat (2/9/2022).

ke - 6 titik tersebut yakni di Sungai Air Manna tepatnya di bawah Jembatan Desa Batu Kuning, Pasar Manna.

Kemudian, Di Sungai Air Nipis ada tiga titik yaitu, Bendungan Selepah Desa Babatan Ulu Kecamatan Seginim, di Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis dan Batu Balai Desa Sukarami Air Nipis.

Lalu, Sungai yang berada di Gua Suruman Desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang dan terakhir di Sungai Kedurang tepatnya di Muara Kedurang Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas.

Pontensi sidat di Bengkulu Selatan sangat besar, apalagi di enam titik yang dilarang. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan survei dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) RI turun ke Bengkulu Selatan baru-baru ini. 

Sebagai implementasi dalam kerangka rencana pengelolaan perikanan sidat ini,  telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen-KP) Nomor 118 Tahun 2021. 

Tujuannya untuk mewujudkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan, serta terjaminnya kelestarian sumber daya pelus di Indonesia termasuk di Bengkulu Selatan. Pihak KKP RI menetapkan terkait lokasi daerah larangan penangkapan ikan pelus.

Adanya larangan penangkapan pelus di 6 lokasi tersebut akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat untuk dipatuhi.

Sebab sungai-sungai di Bengkulu Selatan sangat potensial untuk tempat perkembangbiakan pelus.

Selain itu, pelus tersebut sangat digemari, tidak hanya oleh masyarakat lokal. Namun juga oleh masyarakat luar hingga mancanegara.

Baca juga: Harga Emas Antam Merosot, Turun Rp 17.300 untuk Pecahan 1 Gr, Cek Daftar Harga Emas Antam dan UBS

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved