Keluhan Petani Cabai di Rejang Lebong, Harga Cabai Turun Tapi Harga Pupuk dan Pestisida Mahal

Petani cabai rawit setan keluhkan harga pupuk dan obat yang terus naik, sedangkan harga cabai kembali turun. 

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Badri (33) petani cabai yang sedang menyemprotkan obat di kebun miliknya di Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Sepupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu (3/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Petani cabai rawit setan keluhkan harga pupuk dan obat yang terus naik, sedangkan harga cabai kembali turun. 


Petani di Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Sepupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Badri (33) mengaku, kini harga cabai kembali turun. 


"Harga cabai di kami (petani) sempat tinggi sampai Rp 80 ribu per kilogram, saat harga eceran di pasar bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram," ucapnya, saat ditemui di kebunnya, Sabtu (3/9/2022). 


Badri mengatakan, harga tinggi itu saat Bulan Juli Kemarin, ia menjual harga cabai itu ke pengepul sayuran di harga Rp 80 ribu per kilogram. 


"sekarang mulai turun di angka Rp 35 ribu per kilogram, saya jual ke pengepul sayur, kalau di eceran pasar sekitar Rp 50 ribu," ujarnya. 


Lanjutannya, saat dikeluhkan petani ini adalah harga obat hama dan pupuk yang melonjak tinggi di tengah harga cabai turun.


"Kalau bisa harga pupuk dan obat ataupun cabai bisa stabil, jadi semua lancar. Kalau cabai mahal, takutnya tidak ada yang beli," tuturnya. 


Pengakuannya, dalam sebulan ia bisa mengeluarkan uang hingga Rp 400 ribu perbulan untuk membeli obat yang digunakan sebagai perawatan cabai itu. 


Dalam sebulan bisa 8 atau 12 kali perawatan yang dilakukan tergantung, kondisi cuaca jika cuaca sedang tidak bagus atau hujan, bisa 12 kali dalam sebulan. 


Sedang untuk pupuk digunakan untuk satu bulan sekali, dengan harga Rp 400 ribu. Ia menggunakan pupuk dan obat ini agar nanti cabai yang di panen berkualitas super. 


"Kalau tidak dikasih pupuk maupun obat banyak hama dan penyakit serta hasil panen berkurang," katanya. 


Dikebun miliknya ini jika hasil panen semuanya bagus, bisa menghasilkan 100 kilogram cabainya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved