Kerugian Akibat Banjir di Rejang Lebong Capai Rp 2 Miliar, 62 KK Terdampak 34,5 Ha Sawah Terendam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendata ada 24,5 hektare sawah milik warga di Kabupaten Rejang

Ho/TribunBengkulu.com
Kondisi Jembatan ambles nyaris putus di Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kamis (1/9/2022) lalu. Kerugian akibat banjir di Rejang Lebong capai Rp 2 miliar 


Ia juga mengingatkan kepada warga yang terdampak banjir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras.


"Dalam hal ini kami tetap berusaha mencari anggaran mungkin dari dana DAK atau anggaran yang lain, dan kami juga berupaya membuat program untuk nanti aliran sungai ini dapat menampung air," tutupnya.


Dalam kesempatan itu juga, Syamsul meberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir seperti sembako dan uang tunai.


Korban Banjir di Dusun Curup Rejang Lebong


Beberapa titik di Kabupaten Rejang Lebong, diterjang Banjir akibat luapan air sungai, salah satunya di Kawasan Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara.


Air sungai yang meluap ini akibat hujan deras sejak Rabu 31 Agustus 2022 hingga Jum'at 2 September 2022, sebanyak 17 KK terdampak luapan sungai.


"Warga di sini kalau 2 jam saja hujan deras sudah panik, Siap-siap bereskan barang sebelum air sungai naik," Ucap Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Dusun Curup M Azhari, saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Jumat (2/9/2022).


Sudah dua kali bupati-bupati Rejang Lebong, baik Suherman dan Hijazi datang ke sini untuk meninjau lokasi banjir ini, tapi menurut ketua RT warga sudah capek jika hanya ditinjau saja.


Warga RT 01 RW 02 ini, meminta solusi dari pihak pemerintah, bagaimana mengatasi banjir ini. Pihaknya meminta adanya pelapis tebing atau pengerukan sungai.


Banjir ini sudah sering terjadi dalam waktu kurun 15 tahun terakhir ini, pihaknya juga sudah mengusulkan kepihak pemerintah setiap tahun untuk membangun pelapis tebing, brojong maupun pengerukan.


"Alhamdulillah usulan kami setiap tahun itu, belum terealisasikan. Kalau kami arisan seluruh warga ini, kami tidak sanggup untuk membangun pelapis tebing ataupun pengerukan Sungai," ujarnya.


Kemarin Kamis 1 September 2022, pihaknya juga mendapatkan bantuan sembako dalam kesempatan itu, ia meminta kepada Kapolres Rejang Lebong, untuk membantu warganya menyampaikan usulan itu, dan berharap di dengar oleh pihak pemerintah.


Jika nanti ada pejabat yang datang dan hanya memberikan sembako saja warga menolak, menurutnya warga lebih membutuhkan solusi dari banjir ini dari pada sembako.


Menurutnya, pejabat yang datang hanya berdahli sungai itu tanggung jawab pihak balai bukan pihak pemerintah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved