Kerugian Akibat Banjir di Rejang Lebong Capai Rp 2 Miliar, 62 KK Terdampak 34,5 Ha Sawah Terendam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendata ada 24,5 hektare sawah milik warga di Kabupaten Rejang

Ho/TribunBengkulu.com
Kondisi Jembatan ambles nyaris putus di Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kamis (1/9/2022) lalu. Kerugian akibat banjir di Rejang Lebong capai Rp 2 miliar 


Sementara itu, seorang warga Dusun Curup Ansori (40) mengatakan, ia sudah tinggal disini sejak 2016 lalu, ia yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini harus menikmati suasana banjir di rumahnya.


"Saat ini ngungsi sama keluarga di rumah orang tua, kini untuk aktivitas sehari-hari di rumah orang tua," tuturnya.


Ia mengaku sudah beberapa 3 kali terjadi banjir di wilayah rumahnya hingga ke jalan, banjir itu terjadi dari bulan Februari, Juli dan September.


Dirinya juga sudah terbiasa dengan kondisi seperti, karena sudah sering terjadi sejak dirinya tinggal di sana.


"Kalau hujan besar ya mau bagaimana lagi pasti banjir," tutupnya.


Cerita Warga Dusun Curup yang Tidur di Plafon Rumah


Salah seorang warga yang menjadi korban akibat luapan air sungai ini, Mariani (62) dirinya sudah tinggal di rumah seluas 4x4 meter itu sejak 2006 lalu.


Dengan bermodal balok kayu sisa itu, ia membuat tempat tidur kurang lebih 1x2 meter, dengan kondisi atap yang bolong kadang kala ia tidur dengan air hujan.


"Karena banjir dari Rabu 31 Agustus 2022 kemarin, saya tidur di atas di Langit-langit rumah," ujarnya.


Dirinya tidur diatas itu, karena air yang masuk kedalam rumah sudah sampai perut orang dewasa, selain air yang masuk lumpur juga ikut masuk.


Tampak rumahnya sempit dengan tumpukan barang yang banyak ini, hanya tinggal bersama 2 orang anaknya.


Sehari-hari ia bekerja sebagai butuh harian lepas, saat ini belum ada dapur umum untuk ia masak sehari-hari, karena dapur yang ia miliki ambruk akibat hanyut terbawa arus air sungai.


"Sementara masak ini harus sempit-sempitan nyatu dengan tempat ruang tamu," ucapnya.


Ia juga berharap kepada pihak pemerintah kabupaten, untuk membuatkan bronjong agar aliran air dari atas itu langsung ke sungai, kalau hujan deras ari meluap dan berkumpul di rumahnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved