Polisi Sita Ribuan Samcodin Dijual Secara Ilegal dan Bebas di Bengkulu Selatan, Disimpan di Polybag

Polisi amankan ribuan obat samcodin dari tangan seorang pemuda inisial AT (31) warga Kabupaten Bengkulu Selatan.

Ho Polsek Seginim
AT dan sejumlah barang bukti samcodin yang merupakan obat keras namun dijual secara bebas oleh AT. AT saat ini diamankan di Polsek Seginim. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Polisi amankan ribuan obat samcodin dari tangan seorang pemuda inisial AT (31) warga Kabupaten Bengkulu Selatan.

AT diduga menjual secara bebas dan ilegal obat-obatan berlabel keras seperti samcodin yang kerap disalahgunakan.

Kronologi penangkapan berawal saat polisi mendapat informasi pada 2 September 2022 pukul 17.0 WIB ada transaksi jual beli obat samcodin yang tidak memiliki izin.

Setelah mendapat informasi, personel Polsek Seginim yang dipimpin Kapolsek Iptu Kusyadi, melaksanakan pemantauan terhadap terlapor yang menjual obat samcodin.

Kemudian, pukul 20.00 WIB, Kapolsek Seginim bersama personel mendapat informasi jika terlapor sedang berada di rumah.

Lalu langsung dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa Banding Agung Saharudin akan dilakukan penggeledahan di rumah terlapor.

Selanjutnya, Kapolsek Seginim bersama Unit Reskrim dan Piket SPKT Polsek Seginim menuju ke rumah terlapor, setelah sampai dilokasi personel langsung melakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledaan di rumah At (31) didapati berupa 2 tablet obat yang sudah kosong jenis samcodin dan AT mengakui sisa obat lainnya ia simpan di rumah sang paman di Desa Padang Siring.

Personel Polsek Seginim lalu menuju Desa Padang Siring dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Padang Siring saudara Aprizan untuk melakukan penggeledahan di rumah paman terlapor.

Turut diamankan sebnyak 1.190 butir yang disimpan di dalam polybag plastik berwarna hitam.

Kapolsek Seginim, Iptu Kusyadi mengatakan saat ini terlapor dan barang bukti sudah diamankan. Pelaku masih dilakukan pendalaman, jika memang bersalah At (31) akan dikenakan UUD Kesehatan.

"Sudah diamankan, sampai saat ini masih dilakukan pendalaman. Dari sebelum-sebelumnya, pelaku bisa dipidana dengan dijerat UUD kesehatan," jelas Kusyadi kepada TribunBengkulu.com, Minggu (4/9/2022).

Sama seperti obat keras lainnya, efek terburuk dari ketergantungan obat batuk ini seseorang bisa mengalami overdosis karena konsumsi yang berlebihan.

Termasuk juga melakukan tindak kriminal seperti mencuri untuk memenuhi ketergantungannya pada obat.

Baca juga: Breaking News: Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kaur Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Tolak Harga BBM Naik, Senin 5 September 2022 Massa KAMMI Demo di DPRD Provinsi Bengkulu

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved