Kecelakaan di Pasir Putih Bengkulu

Rakas, Pelajar Tewas Kecelakaan Maut di Pasir Putih Bengkulu Dikenal Baik & Bercita-cita Jadi Polisi

Paman Rakas, Tota, bahkan sampai kehilangan suaranya akibat menangis saat mendengar kabar buruk tersebut.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
HO/TribunBengkulu.com
Alhmarhum Rakas (16 tahun), pelajar yang jadi korban kecelakaan di kawasan Pasir Putih Bengkulu yang bercita-cita jadi polisi 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pihak keluarga Rakas (16 tahun), pelajar yang jadi korban kecelakaan di kawasan Pasir Putih Bengkulu masih terpukul dengan kepergian anggota keluarganya.

Paman Rakas, Tota, bahkan sampai kehilangan suaranya akibat menangis.

Kepada TribunBengkulu.com, Tota mengatakan terakhir kali bertemu Rakas adalah pada Sabtu (3/9/2022), saat Maghrib. Kemudian, Rakas berpamitan untuk pergi keluar di malam minggu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Pasir Putih Bengkulu, 2 Pengendara Motor Tewas Usai Gagal Jumping

"Itu terakhir kami berkumpul. Setelah itu, kami dapat berita Rakas kecelakaan, dan sudah di rumah sakit," kata Tota.

Tota juga menceritakan jika keponakanannya itu merupakan anak baik, baik di keluarga, ataupun di lingkungan rumah dan sekolah. Kepada keluarga yang lebih muda, dia mengayomi.

Rakas juga merupakan anak rajin, yang selalu membantunya saat berjualan.

Baca juga: Suasana Duka Selimuti Rumah Rakas, Pelajar Korban Kecelakaan Maut di Pasir Putih Bengkulu

"Anaknya ulet, rajin, tidak macam-macam. Lihat sekarang, banyak yang datang (takziah)," ujar dia.

Rakas juga baru 3 bulan masuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan selama 3 bulan ini, Rakas hanya beberapa kali saja membawa motor ke sekolah.

"Dia lebih sering dijemput temannya kalau ke sekolah. Naik motor sendiri beberapa kali saja," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved