Jajan Narkoba di Binduriang Rejang Lebong, Mantan Kades Diringkus Bersama Paket Sabu 9,14 Gram

Kades Karang Anyar Kabupaten Kepahiang ditangkap Satnarkoba Polres Rejang Lebong karena diduga memakai narkoba jenis sabu.

Panji/TribunBengkulu.com
Mantan kades di Kepahiang AS (45), tersangka narkoba saat digiring polisi untuk konferensi pers tangkapan narkoba di Mapolres Rejang Lebong, Senin (5/9/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Mantan Kepala Desa (Kades) Karang Anyar Kabupaten Kepahiang ditangkap Satnarkoba Polres Rejang Lebong karena diduga memakai narkoba jenis sabu.

Mantan kades inisial AS (45) ditangkap usai membeli narkoba di Binduriang Kabupaten Rejang Lebong pada Sabtu (3/9/2022).

"Dari pemeriksaan terhadap AS diketahui jika AS sudah menggunakan narkoba jenis sabu sejak 2021 lalu," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan dalam Konferensi Pers di Mapolres Rejang Lebong, Senin (5/9/2022). 

Pengungkapan kasus narkoba dengan tersangka AS ini berawal saat Polsek Sindang Kelingi ini mendapatkan laporan adanya transaksi narkoba di wilayah hukumnya. 

Lalu pihak polsek dan Satresnarkoba Polres Rejang Lebong melakukan penyelidikan lebih lanjut, dari hasil penyelidikan itu mereka mendapatkan ciri-ciri dan identitas pelaku. 

"Sekira pukul 11.06 WIB pelaku diamankan saat melintas di depan Polsek Sindang Kelingi," ucap Kasat Resnarkoba Polres Rejang Lebong, Iptu Cahya Prasada Tuhuteru. 

Saat diamankan, petugas melakukan penggeledahan terhadap pelaku, dan ditemukan satu paket sabu dengan berat 9,14 gram di kantong jaket sebelah kiri.

Dari keterangan AS, AS membeli barang haram itu dari seseorang berinisial UCK di Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong

Polisi juga terus melakukan penyelidikan mendalam Terkait UCK ini, dan saat ini pihak kepolisian sudah menetapkan UCK masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Untuk AS Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun penjara, maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp 800 Juta, maksimal Rp 8 miliar," ujar kasat. 

Selain sabu seberat 9,14 gram yang diamankan polisi, satu unit sepeda motor juga turut diamankan  polisi. 

Sementara itu, pengakuan AS dirinya membeli barang haram itu hanya untuk dikonsumsi sendiri dan tidak akan dijual oleh dirinya. Pembelian barang haram sabu sebanyak itu untuk stok di rumah. 

"Sejak 2021 lalu setelah berhenti menjadi kades saya mulai konsumsi barang itu (sabu), saya juga terpengaruh lingkungan," ungkap kades.

Baca juga: Harga BBM Naik Dinilai Dapat Picu Inflasi, Pakar Ekonomi Bengkulu: Harus Ada Kebijakan Tekan Inflasi

Baca juga: Dituduh Jadi Pelaku Pelecehan Seksual, Pegawai BUMN Laporkan ASN Pemda Bengkulu Selatan ke Polisi

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved