SPBU KM 8 Bengkulu Terbakar

Sopir Mobil yang Terbakar di SPBU KM 8 Bengkulu Meninggal, Polisi Tetap Cari Keterlibatan Pihak Lain

Afrozi (42) sopir mobil kijang yang juga turut terbakar saat kejadian terbakarnya SPBU Km 8 Kota Bengkulu meninggal dunia.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Pihak kepolisian dan Puslabfor Palembang saat sedang melakukan olah TKP di SPBU km 8 Kota Bengkulu, beberapa waktu lalu. Afrozi (42) sopir mobil kijang yang juga turut terbakar saat kejadian terbakarnya SPBU Km 8 Kota Bengkulu meninggal dunia. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Afrozi (42) sopir mobil kijang yang juga turut terbakar saat kejadian terbakarnya SPBU Km 8 Kota Bengkulu meninggal dunia.

Sopir mobil kijang itu sebelumnya sempat menjadi terduga pelaku penyebab terbakarnya SPBU tersebut.

Afrozi meninggal dunia pada Sabtu (3/9/2022) usai mendapatkan perawatan intensif sejak kebakaran terjadi.

Kapolres Bengkulu, AKBP Andy Dadi menjelaskan meski terduga pelaku meninggal dunia namun kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Untuk yang sempat kita duga sebagai pelaku ini kan sudah meninggal, otomatis sudah selesai ya. Tetapi kita akan melakukan pendalaman apakah ada keterkaitan pihak-pihak lain," ujar Kapolres.

Pihak-pihak lain tersebut bisa saja dari oknum-oknum yang mengakali segala cara agar bisa mendapatkan pasokan minyak subsidi dan dijualkan kembali.

"Dalam penyelidikan kita kan harus berimbang, dari yang kita duga tersebut akan kita cari apa penyebab dari dugaan tersebut, apakah ada praktik menyimpang atau permintaan dari oknum-oknum tertentu," kata Andy.

Baca juga: Sopir Mobil Kijang yang Ikut Terbakar di SPBU KM 8 Bengkulu, Alami Luka Bakar Hingga Dilarikan ke RS

Terkait lokasi SPBU yang masih dipasang garis polisi, Kapolres mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari para ahli.

"Dalam penyelidikan ini kan, tidak hanya berdasarkan persepsi penyidik, tetapi juga berdasarkan para ahli, jika dari keseluruhan tersebut menyatakan tidak perlu lagi olah TKP maka otomatis akan kita lepas," ungkap Andy.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved