Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

BREAKING NEWS: Demo Tolak Kenaikan BBM di Bengkulu Bentrok, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Massa aksi yang mengepung kantor DPRD Provinsi Bengkulu dipukul mundur oleh aparat kepolisian menggunakan mobil watercanon dan gas air mata.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM dipukul mundur pakai water Cannon dan gas air mata. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Aksi demo yang dilakukan mahasiswa Bengkulu yang tergabung BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) Bengkulu di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu bentrok dengan aparat kepolisian.

Massa aksi yang mengepung kantor DPRD Provinsi Bengkulu dipukul mundur oleh aparat kepolisian menggunakan mobil watercanon dan gas air mata.

Massa aksi sebelumnya memaksa masuk ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyuarahkan aksinya.

Bahkan, sebelum merengsek masuk ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu, massa aksi melakukan pembakaran di pintu gerbang DPRD Provinsi Bengkulu.

Dalam aksi unjuk rasa itu, mahasiswa tolak kenaikan harga BBM itu sebelumnya massa aksi mulai merusak mulai dari plang nama DPRD Provinsi Bengkulu termasuk juga plang Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPRD Provinsi Bengkulu.

Massa juga terus menariki pagar DPRD Provinsi Bengkulu untuk memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Selain itu spanduk juga dipasang menutupi baliho besar yang ada di depan kantor DPRD.

Spanduk Satire Tolak Kenaikan BBM

Massa aksi yang tergabung BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) mengepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dalam unjuk rasa tolak kenaikan harga BBM yang digelar hari ini, Selasa (6/9/2022).

Pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, massa aksi mengepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dengan membentuk barisan tepat di depan gerbang Gedung wakil rakyat itu.

Baca juga: Massa Aksi Demo Mulai Naiki Pagar Hingga Rusak Fasilitas di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu

Sebelum menyampaikan orasinya, sejumlah mahasiswa memasang spanduk di gerbang Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dan sebagian dipegang mahasiswa.

Satu di antara sejumlah spanduk yang ada bertuliskan ''Gak Diajak Healing Sama Ayank Gegara BBM Naik''.

Spanduk itu satire yang dibuat mahasiswa dalam penolakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

Ribuan Mahasiswa Gedung DPRD

Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9/2022).

Mahasiswa mengepung pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Bengkulu di Jalan Kapuas Raya, Kota Bengkulu dengan diawali long march dari gedung taman Budaya.

Aksi ribuan mahasiswa ini mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian.

Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM, pada Selasa (6/9/2022) mulai merusak plang nama yang ada di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM, pada Selasa (6/9/2022) mulai merusak plang nama yang ada di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

"Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia. Ekonomi Sulit Rakyat menjerit, turunkan harga BBM," teriak Korlap Aksi saat berorasi

Hingga saat ini, mahasiswa masih berorasi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu sambil membawa spanduk bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM.

Siang Ini Demo Ribuan Mahasiswa

Siang ini, Selasa (6/9/2022) mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bengkulu dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Provinsi Bengkulu tolak harga BBM naik.

Aksi demo di DPRD Provinsi Bengkulu siang ini sebagai respon harga BBM naik pada Sabtu (3/9/2022).

Dalam aksi tolak harga BBM naik rencananya akan digelar pada pukul 13.00 WIB siang ini, salah satunya akan diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Bengkulu (Unib).

Para mahasiswa ini akan berkumpul terlebih dahulu di kampus Unib, kemudian akan bergerak bersama-sama ke kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

"Iya benar nanti akan kita laksanakan di depan kantor DPRD," ungkap salah satu koordinator aksi, Alpiansyah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/9/2022).

Mahasiswa Unib sendiri akan menggelar aksi bersama-sama dengan mahasiswa dari kampus lain yang di Provinsi Bengkulu.

Diperkirakan untuk jumlah massa akan ada sekitar seribu orang yang akan ikut dalam aksi demonstrasi penolakan harga BBM hari ini.

Namun untuk mahasiswa UNIB saja, jumlahnya diperkirakan belum akan mencapai seribu orang.

"Estimasi massa kemungkinan sekitar 700 orang," kata Alpiansyah.
Massa aksi yang tergabung BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) mengepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dalam unjuk rasa tolak kenaikan harga BBM yang digelar hari ini, Selasa (6/9/2022).

Pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, massa aksi mengepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dengan membentuk barisan tepat di depan gerbang Gedung wakil rakyat itu.

Sebelum menyampaikan orasinya, sejumlah mahasiswa memasang spanduk di gerbang Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dan sebagian dipegang mahasiswa.

Satu di antara sejumlah spanduk yang ada bertuliskan ''Gak Diajak Healing Sama Ayank Gegara BBM Naik''.

Spanduk itu satire yang dibuat mahasiswa dalam penolakan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved