Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

Dua Kali Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu, Polisi Minta Massa Aksi Bubarkan Diri

Pihak kepolisian menyatakan siapapun yang masih berusaha tetap melaksanakan aksi demo, maka akan diproses secara hukum.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM dipukul mundur pakai water Cannon dan gas air mata. Setelah 2 kali mengalami bentrokan dengan pihak kepolisian, ribuan mahasiswa yang ikut demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu diminta pihak kepolisian untuk membubarkan diri. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULULU.COM, BENGKULU - Setelah 2 kali mengalami bentrokan dengan pihak kepolisian, ribuan mahasiswa yang ikut demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu diminta pihak kepolisian untuk membubarkan diri.

Pihak kepolisian menyatakan siapapun yang masih berusaha tetap melaksanakan aksi demo, maka akan diproses secara hukum.

Meskipun sudah diperingatkan untuk pulang karena aksi massa yang sudah tidak kondusif, namun hingga pukul 17.25 WIB massa masih berkumpul di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

"Silahkan pulang dengan tertib ke rumah masing-masing, ingat masa depan anda masih panjang," ungkap salah satu polisi yang menggunakan pengeras suara.

Diketahui sebelumnya bentrokan pertama kali terjadi pada pukul 15.40 WIB mahasiswa mencoba menerobos masuk dengan menaiki pagar kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya melihat aksi tersebut pihak kepolisian langsung menembakkan water cannon ke arah massa, diikuti tembakan gas air mata.

20 Kali Suara Dentuman tembakan

Diperkirakan tembakan gas air mata inilah yang menyebabkan terdengarnya lebih dari 20 kali suara dentuman tersebut.

Selanjutnya tidak berselang lama, berawal dari aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa, akhirnya pihak kepolisian kembali menembakkan gas air mata.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved