Jangan Salah! Harga BBM Nonsubsidi di Bengkulu Berbeda dari Harga Pusat, Cek Selisihnya

Padahal harga BBM di Provinsi Bengkulu yang sama dengan pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah pusat, hanyalah khusus BBM bersubsidi saja.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Antrean di SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu pada Sabtu 3 September saat pemerintah mengumumkan harga BBM naik. Ternyata ada selisih harga BBM nonsubsidi dengan yang diumumkan oleh pemerintah pusat dengan harga di SPBU Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banyak informasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagaimana diumumkan oleh pemerintah pusat beberapa waktu yang lalu tersebar di media sosial milik masyarakat Bengkulu.

Namun sayangnya informasi ini tidak jarang dipublish oleh masyarakat tanpa mengetahui fakta harga BBM di Provinsi Bengkulu.

Padahal harga BBM di Provinsi Bengkulu yang sama dengan pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah pusat, hanyalah khusus BBM bersubsidi saja.

Yaitu BBM jenis Pertalite dengan harga Rp 10.000 per iter dan harga Bio Solar dengan harga Rp 6.800 per liter.

Sedangkan untuk harga BBM non subsidi seperti Pertamax, memiliki selisih harga antara yang diumumkan oleh pemerintah pusat dengan harga yang ada di SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dari pengumuman kenaikan harga BBM jenis Pertamax beberapa waktu yang lalu, pemerintah pusat mengumumkan bahwa harga Pertamax naik menjadi Rp 14.500 per liter dari harga semula Rp 12.500 per liter.

Padahal faktanya di SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu, harga Pertamax saat ini Rp 15.200, naik dari harga sebelumnya Rp 13.000 per liter.

"Iya benar ada perbedaan harga antara yang ditetapkan pusat dengan yang ada di SPBU," ungkap Manager SPBU KM 6,5 Bengkulu, Surya Darmawan.

Selain Pertamax, BBM non subsidi jenis lain juga mengalami perbedaan harga sari harga pusat.

Pertama harga BBM jenis Pertamax Turbo yang ditetapkan di pusat harganya hanya Rp 15.900 per liter, sedangkan di Bengkulu Rp 16.600 per liter.

Selanjutnya BBM jenis Dexlite yang ditetapkan di pusat seharga Rp 17.100 per liter, di Provinsi Bengkulu ditetapkan Rp 17.800 per liter.

Terakhir ada BBM jenis Pertamina Dex yang di pusat ditetapkan 17.400 per liter, sedangkan di Provinsi Bengkulu ditetapkan Rp 18.100 per liter.

"Perbedaan harga ini diakibatkan oleh perbedaan biaya angkut setiap daerah, karena biaya angkut dibebankan pada konsumen. Jadi semakin jauh lokasi dari kilang, maka akan semakin besar juga harga BBM nonsubsidinya," ujar Surya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved