Kerugian Akibat Bencana Alam Banjir dan Longsor di Bengkulu Selatan Capai Rp 23,6 Miliar

Kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Bengkulu Selatan pada Selasa (30/8/2022) ditaksir mencapai Rp 23, 6 miliar.

HO BPBD Bengkulu Selatan
Salah satu fasilitas umum yaitu irigasi yang rusak akibat bencana alam banjir dan longsor di Bengkulu Selatan pada Selasa (30/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Bengkulu Selatan pada Selasa (30/8/2022) ditaksir mencapai Rp 23, 6 miliar.

Lantaran akibat bencana banjir dan longsor menyebabkan kerusakan pada lahan perkebunan milik masyarakat dan fasilitas umum.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Rendra menyebutkan berdasarkan dari data laporan sementara yang masuk akibat bencana alam banjir dan longsor pada Selasa (30/8/2022) menyebabkan kerugian materil hingga Rp 23,6 miliar.

Terdiri dari total kerusakan infrastruktur pertanian mencapai Rp 11,6 miliar. Kemudian dengan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan dengan total kerugian sekitar Rp 8,7 miliar.

Lalu, kerusakan komoditas pertanian Rp 1,2 M, kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial Rp 960 juta dan kerusakan dampak banjir yang merendam pemukiman warga Rp 918 juta.

Serta terakhir kerugian yang dialami nelayan sebesar Rp 210 juta. Jika ditotalkan kerugian mencapai Rp 23,6 M.

"Selanjutnya untuk mencari solusi terbaik, dalam waktu dekat seluruh OPD terkait akan dikumpulkan oleh Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi," kata Rendra kepada TribunBengkulu.com, Selasa (6/9/2022).

Tujuan OPD dikumpulkan oleh bupati tidak lain untuk memecahkan sekaligus mencari solusi terbaik untuk mengatasi kerugian yang disebabkan bencana tersebut.

Sebab, dampak yang disebabkan itu tidak sedikit. Apalagi banyak infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan hingga saluran irigasi yang hancur akibat bencana banjir dan longsor di Bengkulu Selatan.

"Intinya, rapat tersebut juga akan membahas terkait masalah sumber pendanaan untuk memperbaiki beberapa infrastruktur yang rusak. Bahkan, jika memungkinkan mencarikan solusi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," jelas Rendra.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ribuan Mahasiswa Bengkulu Kepung Gedung DPRD Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Stok TBS Sawit Berkurang, 4 Pabrik di Bengkulu Selatan dan Kaur Kompak Naikan Harga TBS Sawit

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved